Kamis, 30 September 2010

sahabat cross benua

wehehehe... iseng-iseng kemaren take a pict with aline from Ruanda, Mook from Thailand, and my younger sista



Hueheuheu.. mereka adalah kawan2 tersayangku ^^ , ga ada yang penting sih dari gambar ini hanya ingin menyampaikan :

1. Indahnya kebersamaan

2. Indahnya perbedaan (bukankah pelangi itu indah karena perbedaan warnanya?)

3. Indahnya Toleransi beragama dan bersahabat

4. Indahnya kekeluargaan

5. Indahnya BERTEMAN!!!!

me vs high heels

yaah.. sama kaya judul film legendaris yang dibintangi oleh bintang kiut itu loh si rapi ahmad,  heheh..

oke, jadi aku adalah cewe yang tetep cewe, aku masih normal dengan masih mengidap heteroseksual akut tandanya aku masih suka dengan lawan jenis, aku masih dijalan yang lurus juga tentunya. >.< (seenak jiwa menulis kata-kata ga penting,red) hahahay!

kemaren aku datang ke DGTU untuk mengunjungi teman-teman mahasiswa baru, karena lama menunggu maka akupun iseng menelpon Mook, teman dari thailand yang kebetulan(ah bukan kebetulan tapi sudah menjadi takdir yang tidak bisa disangkal sangkal hueheue) memang kuliah di DGTU juga, setelah menelpon sekitar setengah jam kemudian  sesosok gadis tahi mook namanya yang saat ini ternyata sudah menjadi lebih girly, datang mengahmpiriku.

Si mook datang dengan high heels nya yang mirip HELL! edun! tinggi banget kira 10 cm (eeeyy girl i event dunno how could u walk with those things huh??)

Setelah cium cium ga jelas dan menyapa dengan bahasa kocar kacir (peraduan bahasa russia inggris dengan logat indonesia dan thailand)  akhirnya terbesit dalam benakku untuk "mook, could i try your shoes huh??"

dan bener aku cobaa ,


Bisa dilihat kan?? high heels yang bisa membuat daku menjerit "WHAT THE HELL YUAHH??? sakeet bener make nyaaaaa!!!"


Tapi katanya bagus (entah itu sindiran atau kejujuran dari penyimak?) Bagus dipandang enak ditendang kayaknya! huehuehuehe..

Ga deh!

tetep, lebih nyaman jadi diri sendiri, ga perlu harus menyakiti diri sendiri dengan cara memaksakan kehendak dengan tubuh kita karena tetep aja yang namanya cantik itu "SAKIT". hahahahahahah


*keterangan gambar : sang terdakwa pemilik sepatu

Sabtu, 18 September 2010

i am so crispy (ilmu adalah cahaya)

Gue lagi pusing nih mikirin kerjaan di kantor. Sebenernya sih, gue ngerasa agak kesel juga, dengan kebijakkan perusahaan membeli perangkat server yang baru. Bukan apa-apa, soalnya gara-gara hal itu gue jadi makin banyak kerjaan.
Dengan server baru yang menggunakan operating system berbeda dari operating system server yang biasa gue pake, mau ngga mau gue mesti belajar lagi, untuk mengoperasikan server tersebut. Udah gitu, waktu yang disediakan untuk mengimplementasikan server baru itu bener-bener mepet banget. Dalam waktu satu minggu, pihak manajemen mau server baru itu udah bisa beroperasi.
Dan entah kenapa, gue ngerasa otak gue ini makin lama kok makin tumpul ya dalam mempelajari hal yang baru? Padahal dulu, gue seneng banget yang namanya belajar ilmu baru. Dari mulai ilmu pelet, sampe ilmu kebal bacok, semuanya gue pelajarin! {Loe ini teknisi IT, atau paranormal??}
Tapi malem itu, pas gue lagi pusing mempelajari operating system dari server yang baru, gue mendapatkan pencerahan dari bos gue, pak Joni. Waktu itu, gue lagi sibuk ngotak-ngatik server di kantor sampe malem. Dan kebetulan, pak Joni juga belum pulang kantor.
“Lagi sibuk apa, kamu Man? Kok keliatannya pusing banget, sampe mukanya jelek begitu?” Tanya pak Joni sambil menghampiri meja gue.
“Kalo jelek sih, udah dari dulu, Pak! Tapi memang saya lagi pusing mempelajari bagaimana cara untuk mengoperasikan server baru ini.”
“Oooh itu…! Memangnya bagian mana yang bikin kamu pusing?”
“Ini loh pak, bagian 3 mendatar, 7 kotak. Monyet apa yang bisa terbang??” {Yaaah, kenapa jadi ngisi TTS?}
“Entah kenapa, makin lama kok saya merasa makin sulit dalam mempelajari ilmu baru ya, Pak?” Keluh gue ke pak Joni waktu itu.
Mendengar hal itu, Pak Joni kemudian tersenyum, sambil ngomong gini “Man, kalau kamu mau lebih mudah dalam mempelajari sebuah ilmu, maka kamu harus memahami terlebih dahulu makna dari ilmu itu sendiri.”
“Maksudnya gimana tuh, Pak?” Tanya gue penasaran dengan apa yang dimaksud dengan makna dari ilmu menurut Pak Joni.
“Gini Man, sekarang apa yang terjadi kalo saya mematikan semua lampu yang ada di ruangan, seperti  ini.” Kata Pak Joni, sambil menekan tombol sakelar lampu yang ada di ruangan tersebut.
Karena hari emang udah malem, ketika lampu di ruangan itu dimatikan oleh pak Joni, otomatis seisi ruangan jadi gelap. Dan gue ngga bisa melihat apa pun.
“Wah, saya jadi ngga bisa melihat apa-apa nih, Pak.” Jawab gue spontan.
“Nah kalo saya nyalakan kembali lampunya, seperti ini?” Tanya pak Joni setelah dia menyalakan kembali lampu di ruangan itu.
“Nah, kalo gini semuanya jadi terang, Pak. Saya bisa melihat Bapak dan semua benda yang ada di sekeliling saya.”
“Kamu tau Man, sebenarnya ilmu itu juga seperti sebuah cahaya. Ketika kita jauh dari ilmu, maka hidup kita akan menjadi gelap. Kita tidak tau apa yang ada di sekeliling kita, dan kita juga jadi tidak bisa membedakan mana yang bagus (sambil nunjuk ke dirinya)  dan mana yang jelek (sambil nunjuk ke arah gue!!).”
“Dan orang yang menjalani hidup tanpa ilmu, sama seperti orang yang berjalan dalam kegelapan, Man. Dia akan berjalan sambil meraba-raba tanpa tau arah dan tujuan yang pasti, bahkan sangat mungkin dia akan tersandung dan terjatuh karena dia tidak bisa melihat rintangan yang ada di hadapannya.” Lanjut Pak Joni.
“Jadi, ketika kita sedang mencari atau mempalajari sebuah ilmu, maka kita harus menyadari terlebih dahulu bahwa ilmu yang sedang kita pelajari itu, akan menjadi cahaya yang dapat menerangi jalan hidup kita. Dan bukannya menjadi sebuah beban yang mesti kita tanggung.”
Bener juga ya apa yang dibilang bos gue ini. Saat ini, gue merasa kesulitan dalam mepelajari system operasi server yang baru, mungkin karena gue menganggapnya sebagai sebuah beban, bukannya sebagai sebuah ilmu yang merupakan cahaya yang bisa menerangi jalan hidup gue.
“Nah, sekarang coba kamu lihat ke arah langit. Apa kamu bisa melihat ada bintang di atas sana?” Pak Joni kemudian menyuruh gue melihat bintang di langit, lewat jendela yang ada di ruangan tersebut.
“Wah, saya ngga ngeliat bintang sama sekali, Pak. Mungkin karena sebagian langit tertutup awan, kali ya? Tapi di bagian langit yang ngga tertutup awan juga, ngga keliatan ada bintangnya, Pak?” Jawab gue yang memang saat itu ngga ngeliat ada bintang di langit.
“Nah, kamu tau ngga kenapa kamu ngga bisa melihat bintang yang merupakan sumber cahaya, di langit?” Tanya pak Joni lagi.
“Ya itu tadi pak, salah satunya karena tertutup awan.”
“Itu betul Man, dan alasan yang lain kenapa kita tidak bisa melihat bintang di langit adalah karena adanya cahaya dari lampu-lampu kota dan gedung yang ada disekitar kita.”
“Sama seperti ketika kita ingin mempelajari ilmu, yang diibaratkan sebagai cahaya. Kita akan sulit dalam mempelajari ilmu tersebut kalau pikiran kita ditutupi atau dipenuhi oleh hal-hal yang lain. ”
“Dan kalau kita mau bisa melihat bintang dengan jelas, maka kita mesti berada di sebuah daerah terbuka dan tidak dipengaruhi oleh cahaya lain. Atau bisa juga dengan cara memfokuskan mata kita pada teropong bintang.”
“Hal itu juga sama saat kita mau mempelajari ilmu, Man. Kita akan lebih mudah dalam mempelajarinya, ketika pikiran kita terbuka dan tidak dipengaruhi pikiran-pikiran lain. Atau kita bisa lebih mudah belajar ilmu, ketika kita benar-benar fokus pada ilmu yang tengah kita pelajari tersebut.”
Dari obrolan gue dengan pak Joni malem itu, banyak hal yang bisa gue petik tentang makna dari ilmu. Ternyata mempelajari atau mencari ilmu itu janganlah dijadikan sebagai sebuah beban. Karena ilmu adalah cahaya yang bisa menerangi hidup kita, sehingga kita bisa tau arah dan tujuan dalam menjalani hidup ini. Serta dengan ilmu, kita juga jadi bisa lebih mudah dalam membedakan mana yang baik, dan mana yang buruk dari apa yang ada di sekeliling kita.
Selain itu, saat kita ingin mempelajari ilmu sama halnya seperti ketika kita ingin melihat bintang sebagai sumber cahaya, di langit. Sebaiknya kita mempelajari ilmu dengan pikiran yang terbuka, dan mengeyampingkan pikiran-pikiran lain yang mungkin bisa menggangu kita dalam mempelajarinya.  Dan kita juga harus berusaha semaksimal mungkin untuk bisa fokus dalam mempelajari ilmu yang ingin kita dapatkan tersebut.


Karena niat mengantarkan kita kepada keajaiban

*lagi-lagi flash back ke summer holiday di Indonesia*

Bulan Juni-Juli-Agustus adalah summer holliday untukku, meski dikatakan summer holliday tapi tidak sepenuhnya benar untuk 2 tahun terakhir, karena selain pulang ke tanah air untuk riset sampingannya aku bisa kumpul dengan orang tua dan keluargaku di Indonesia.

Memang untuk summer holiday kali ini, aku disibukkan dengan banyak dan super banyak kegiatan yang super padat, selain hari sabtu minggu aku ga bisa pulang ke Bangil karena aku harus praktek kerja/ riset di Surabaya.

Sasaran risetku kali ini anak-anak terlantar dan anak-anak jalanan, sangat kebetulan aku diterima riset di sanggar alang-alang Joyo boyo, yang belakangan aku tau ternyata ini sanggar banyak meraih prestasi (contohnya : group KLANTINK di Indonesia mencari bakat, Siti dan Dayat Idola cilik mereka terlahir dari sanggar ini)
Membanggakan, karena aku bisa diberi kesempatan untuk terjun langsung untuk mengamati, menelaah, ikut merasakan apa yang dirasakan oleh anak-anak ini. Mereka anak-anak kuat yang cerdas! ada beberapa ganjalan hati tentang pemerintah yang seakan tuli dan bisu dengan keadaan ini. Tapi sudahlah.. aku tak ingin teru menerus menggunjing pemerintah yang sibuk itu. Lebih baik aku konsentrasi dengan penelitianku.

Hampir 1,5 bulan aku meneliti, ikut mengajar (apapun) dan mengenalkan dunia luas kepada mereka, Mereka sangat antusias dengan apa yang aku ajarkan. Mereka juga sangat terbuka untuk perubahan dan pelajaran baru.

Aku juga pada akhirnya menjadi dekat dengan seorang staff di sanggar tersebut, Mb. Nurul aku memanggilnya, asli lamongan dan telah mengabdi pada sanggar sekitar 5 tahun, mba Nurul berjiwa sosial tinggi dan telaten ikut mengurusi hampir 187 anak didik di sanggar.

Setelah pada akhirnya penelitianku berakhir pada tanggal 13 Agustus aku berkonsultasi pada mb.Nurul untuk berpamitan, tak mungkin juga aku langsung menghilang tanpa pamit kepada adik-adik baruku ini. Mba. Nurul menyarankan untuk mengadakan syukuran kecil-kecilan untuk adik adik ini, selain meminta doa kepada adik-adik agar diberi kelancaran untuk kuliah, aku juga ingin menyampaikan banyak terima kasih kepada mereka yang telah mengajarkan banyak hal tentang SURVIVE dibelantara Indonesia ini.

2 Hari menjelang perpisahan, aku dibingungkan dengan apa yang bisa kubawa untuk mereka. Karena temanya kali ini ramadhan, maka aku harus menyiapkan 20 porsi makanan buka puasa untuk 20 orang adik-adik yang aku undang(karena aku tak mampu mengundang semua nya).

Aku sudah berpikiran untuk pesan nasi kotak, atau yang bertema nasi untuk buka puasa tapi sayang banyak sekali kendalanya, dari yang aku tak bisa membawa karena aku menggunakan motor, sedangkan nasi yang aku pesan harus di ambil dan dibawa sendiri ke tempat tujuan. dan tidak konyol juga aku harus mondar mandir atau membawa 20kotak nasi sekaligus ke sanggar yang jaraknya 1 jam dari tempat aku numpang.

Akhirnya 1 hari sebelumnya, malam harinya aku mencoba untuk mampir ke sanggar dan mengkonsultasikan kepada mba.Nurul, tapi sayang mba Nurul sedang shalat tarawih. Tapi tak jauh dari situ, ada cak Wan. tukang bakso langganan adik adik, tanpa pikir panjang aku memesan buka puasa itu pada cak Wan untuk esok hari, setelah dealing aku pulang kerumah.

Sesampainya dirumah, aku masih gundah karena aku tak mampu memberikan yang terbaik untuk adik-adik. Rasanya rasa terima kasihku masih belum cukup untuk mereka! aku ingin setidaknya memberi sesuatu yang layak bagi mereka yang belum tentu bisa makan nasi sehari sekali.

Setelah konfirmasi ke mba.Nurul dan pimpinan sanggar bahwa aku ingin mentraktir adik-adik untuk makan bakso, aku pun datang kesanggar keesokan hari nya. Aku masih bingung.. takut kurang layak... aku berinisyatif untuk membeli beberapa buah dengan mba.Nurul ke pasar wonokromo.

2jam sebelum buka puasa bersama, acara dimulai. Semua khidmat mengaji dan memberikan kesan dan pesan buat ku selama terlibat dengan sanggar. Aku juga secara official mengucapkan terima kasih kepada mereka.

Dan tak disangka-sangka tepat 30 menit sebelum adzan magrib berkumandang, Allah mengirimkan nasi kotak sebanyak 1buah mobil carry! bergetar rasanya hatiku. Tanpa disangka-sangka! 1 mobil carry yang berisi teman-teman dari baksos itu datang untuk acara "buka on the road" . Dan aku yakin tak ada yang kebetulan di dunia ini, semua telah di atur oleh ALLAH SWT!

Saat ditanya, kenapa tidak konfirmasi dulu untuk buka puasa, mereka mengatakan bahwa memang tidak direncanakan untuk datang ke sanggar. Mereka berniat mencari dimanapun kumpulan anak-anak jalanan untuk berbagi. Subbhanallah.. subbhanallah... hatiku bergetar, mataku berbinar, Ya Allah.. Engkau menyapa kami disini dengan kasih sayangmu!
Bukan hanya nasi kotak lengkap dengan ayam bakar (sama persis dengan pesananku dulu yang aku batalkan karena alasan diatas) tapi es buah segar yang jumlahnya sangat sangat melimpah berkali-kali lipat tersedia! betapa Allah maha kaya! saudaraku!
Akhirnya, karena bakso telah siap! aku mengusulkan agar teman-teman baksos ikut makan bersama kami, sedang nasi kotak yang mereka bawa bisa dibawa pulang, dan Alhamdulillah.. tidak hanya 1 atau 2 kotak saja yang mereka bisa bawa pulang, tapi lebih dari itu.

Mba Nurul memandang kepadaku dan berbisik "mba Dinda, ga biasanya ada baksos yang datang tanpa konfirmasi seperti ini"
Dan aku tersenyum seraya mengatakan "Ini rejekinya adik adik mba.."

Masyallah... Ramadhan penuh berkah! 

accident of Cukuran

Rostov, 13 sept 2010

Tiba2 saja terbesit dari pikiran Sam untuk mencukur rambutnya, karena katanya si Ucok punya alat cukuran baru hadiah ultah dari temen afrika.

Dan tak di sangka dia minta tolong aku untuk mencukurnya, (aku sih iya -iya aja meskipun semumur hidupku ga pernah sekalipun pegang tuh alat cukur)

Modal nekat dan hanya nekad! aku nyukur rambutnya si Sam, setelah alat cukurnya di ambil aku mulai mikir lagi karena itu alat cukur merk nya elenbe*g, doooh! ini merk KW paling akhir! barang-barang nya cepet rusak dan ga jelas! tapi okelah.. ini kan bener-bener GRESS baru! masa iya langsung rusak?? ga mau berprasangka buruk akhirnya aku memulai upacara cukuran buat sam!

Dengan di saksikan bung tete, ucok, dan dita. Akhirnya aku memberanikan diri untuk mencukur rambut Sam. Awalnya sih ga ada masalah, setelah nyetel ukuran centi meternya akhirnya dengan ucapan basmalah aku cukur rambut sam. Dan You can guest guys!
See!! setelah 2 garis tercukur 1 cm, alat cukurnya mogok! purek! ngambek!

Dan.. bener-bener MOGOK! sama sekali ga jalan! meskipun aku udah coba melepas ukuran cm-nya! ternyata bener-bener ga motong! wahh... dugaan sementara ini alat tumpul pisaunya! Sam, yang udah mulail keringet dingin.. serta ucok dan bung tete yang mulai nahan ketawa sampe muka berubah jadi merah kaya kepiting rebus karena kejadian yang tak pernah di sangka-sangka ini!



Akhirnya, ucok ikut turun tangan membantu sedikit demi sedikit untuk mencukur, pake gunting, gunting yang memang 1 paket dengan alat cukurnya ternyata sama2 menjadi tumpul setelah dipakai 4 kali nggunting!! Ahh... payah banget! mulai ilfil dengan merk elenbe*g neh!



Ini hasil cukuran nya! payah.. Kacau abis! dan sangat miriiiiiissss.... meskipun pengen ketawa juga sih (gembira diatas penderitaan orang lain) sorry sam! i dont have mean to make you funny with your new hairstyle! sorry!!!

Tapi Sam, orang yang tabah dan sangat sabar sih yah! akhirnya ucok ga tega juga ngeliat kepala Sam yang udah mirip batok kelapa itu, mengambil keputusan untuk pinjem alat cukur lain dari teman vietnamese! dan GREAT! thats alat cukur so nice! landep dan sangat tajem hingga akhirnya rmbut Sam babras ! entek !!!



Tapi dasar Dd, jiwa isengnya mulai keluar! mumpung Si Sam nya udah pasrah (ape kate guwe) jadi gw isengin aja dulu, dengan misal gw buat rambutnya yang udah ancur itu sedikit berwarna! dari mulai gaya mniliter ga jadi sampe gaya PUNK miring kaga jelas!





(coba liat mukanya??? PASRAH sepasrah-pasrahnya!! hahahha) Tapi setelah itu... tak lupa kita take a pic dulu buat memories dong.. karena ini kesempetan langka! hahaha


 Setelah puas! baru kita rapihin! Thanks so much Sam, in this night you make us lough till stomachache!!heheh... but really...this moment couldn't forget! hahahaha

* kejadian ini telah di setujui oleh pihak yang bersangkutan, tidak ada pemaksaan ataupun tindak kejahatan!
* sayangnya saat di post di facebook berupua gambar saja, dan diberi title (OSPEK UNTUK SAM) bayak memancing respon buruk, seakan-akan kami mengadakan MOS meskipun sebenarnya hal ini murni karena kecelakaan saja.

sekian,

Salam Rostov

Make over

heheheh,

Ya gini ini kalo lagi kumat bin iseng.. samuel yang baik hati dan penrut lah yang menjadi korbannya :D hhohoo, semaleman kira-kira jam 11 malam, aku berhasil make over samuel jadi cewe super manis...



hueheheheh.. ketangkep atau menyerahkan diri?ya pokoknya ini proses awalnya hingga menjadi seorang samuel yang berganti nama jadi Sari .

Hohohoho... manteb lah... Tapi bukan cuma Sam yang kena, tapi bung Tete juga kena lho.. :p

Itu yang ditengah adalah Niko alias Ucok :p

lucu-lucu yah... menyenangkan lho.. hahaha


never forget deh guys.. thanks for being my best friend that i ever have.... love you all


Rostov, 18-9-2010

Jumat, 17 September 2010

Berbagilah karena berbagi itu Indah

*Flash back dikit ke lebaran yah*

1 Syawal 1431 H, Rostov On Don Russia

Suara takbir dari speaker aktiv dari semalam mengalun Indah, membangunkan aku dari tidurku yang pulas, Ya Allah.. telah sampailah kita di hari fitri ini. Meski tanpa Mama, tanpa Bapak, dan tanpa saudara-saudara ku tersayang terkecuali adik kandungku yang Allah kirimkan untuk menemaniku di belantara Russia ini. Aku tetap mencari sela untuk tetap bersyukur dari dalam hatiku yang terkecil, betapa Allah masih sayang kepadaku...

Pelataran masjid di Kota Rostov On Don, pukul 9.15 AMn temperature +11 derajat celcious

AKu berlari-lari kecil menuruni bis, komando dari imam masjid telah terdengar, rupa-rupanya telah memasuko rokaat terkahir.. Aku dan Dita terlambat ikut sholat. Tak juga aku bisa mengejar, karena gerbang masjid telah penuh tersumpal jamaah muslim yang tak kebagian tempat di dalam ruang masjid.
Subbhanallah... Pemandangan ini Rabb... Indah! meski aku kau kirim ketempat dimana rumahmu jarang ku temui, meskipun tak terdengar suara adzanmu memanggil, meski hanya 1 atau 2 muslimah saja yang bisa kutemui secara papasan di jalan 1 bulan sekali, namun hari ini aku melihat dengan kepalaku sendiri.. Betapa Indahnya hari ini.. suci...

Aku meneteskan air mata yang tlah kubendung semenjak para jmaah melakukan sujud, ada rasa iri tak terperi ketika mereka bisa menyembah dan bersujud di hdapan Tuhannya dan aku hanya bisa diam terpatung bersama segerombolan saudara-saudara islamku yang lain yang terlambat pula.
Idhul Fitri tanpa mencium telapak tangan mamah dan bapak untuk memohon maaf atas segala khilaf, Idhul fitri tanpa memnadang wajah-wajah sennja penuh senyum dari kakek dan nenekku, sungguh membuat hatiku tersiksa, tapi tetap.. aku mencari sela untuk terus bersyukur, karena tak semua orang diberi kesempatan seperti ini, melihat secara langsung bahwa Islam itu kaya, islam itu damai.

Dengan langkah berat, aku kembali pulang meniki bis nomer 22 bersama adikku dita untuk kembali ke asrama, bersama kembali untuk menemui kawan-kawan saudaraku setanah air.

Di dalam bis menuju pulang, seekor anjing -yang entah kapan masuknya-  sudah berada didalam nya dan memandang sendu kearah aku dan dita (sepertinya anjing ini tahu jika aku dan dita membawa samsa, roti isi daging yang sempat aku beli di depan masjid).

Awalnya, aku berbisik kepada dita "dit, hati-hati nanti samsamu di ambil sama anjingnya". Tahu tak di bagi , maka anjing itu melengos pergi kedepan, dan entah mengapa 1 menit kemudian ia kembali hadapanku untuk memelas, wajah melasnya membuatku tak mampu berkata-kata. Dan aku langsung tersadar
"astagfirullah... tak mungkin hewan ini bisa kembali untuk ke dua kali jika tak ada yang menggerakkan hati dan langkahnya! "

Benbar saja, dita langsung membgi roto samsa nya setengah untuk si anjing, dan si anjing dengan pandangan gembiranya mengambilnya dengan hati-hati tanpa menyentuh kami berdua(mungkin anjing ini tahu bahwa air liurnya najis bagi kita).

Setelah menghabiskan setengah samsa milik dita, ia sesekali memandang kami (mungkin untuk mengucapkan terima kasih) dan AJAIB.. anjing itu turun di halte berikutnya!
(Y Rassulullah apakah ada pahala untuk kami dalam menolong dan memberi apa-apa pada binatang? jawab Nabi Saw : "dalam tiap jiwa yang hidup itu ada pahalanya") Hadist Al - Bukhori dan Muslim.
(dan sayangilah apa-apa yang ada di Bumi maka semua yang ada di langit akan menyangimu)

Rostov, 17 september 2010

Kisah di kedai bakso *potret Indonesia*

Hari itu bangil seerti biasa nya. Gerah dan sangat panas.. tapi kegemaran ku makan bakso seakan tak peduli cuaca,bukannya cari makanan yang segar meski matahari ada tepat di atas ubun ubun yang telah membuatku dengan amat sempurna berfermentasi dan menimbulkan aroma sangat tajam seperti cuka.. itu karena air keringat yang bercucuran di dalam baju gamis ku.

Hari itu aku tidak sendiri karena aku datang ke sana dengan teman ku, ana kami makan bakso di sebuah kedai kaki lima di depan stasiun bangil, kedai bakso yang sangat sederhana dan telah menjadi langgananku sejak aku masih duduk di kelas 3 SD. 

Sayangnya setelah 3 tahun aku jauh dari tanah air,ternyata kedai bakso itu telah berganti generasi,bukan bapak-bapak yang seperti biasa menjualkan aku dengan wajah kaku nya.

namun jujur beliau adalah orang yang sabar. Kenapa aku bisa tau jika bapak itu sabar? Iya karena masih mau menjualkan semangkuk bakso untuk seorang anak kecil berusia 9 tahun dengan uang recehnya hasil dari mencongkel celengan ayam nya,dan dari uang itu aku hanya mampu membeli 1 butir bakso dengan 1 potong tahu rebus,tetapi oleh beliau di sajikan lengkap dengan mie su'un dan kawan-kawan nya. 
Beliau dan istrinya memang bersahaja meski bakso nya lumayan laris tapi entah mengapa hingga aku lulus SMA masih tetap saja berupa kaki lima,tapi si bapak juga dagangan bakso sedang sepi beliau ini berganti profesi menjadi tukang becak di stasiun bangil pula.

Saat aku kembali ketanah air setelah 3 tahun,aku cukup di kejutkan dengan berita kepulangan beliau kepada sang maha pemilik jiwa Allah azza wajalla..cukup sedih,namun rinduku terhadap suasana di kedai bakso itu cukup terobati,rasa bakso pun masih di pertahankan,kini yang berjualan adalah anak satu-satu nya sedangkan ibu nya bergantian menjaga cucu nya.

Satu pelajaran hari itu yang bisa aku dapat,
2 porsi mangkuk bakso sudah berada di hadapanku,bakso yang sangat aku rindukan,setelah aku menawari seorang ibu-ibu yang juga sudah terlebih dahulu makan di hadapanku itu aku pun langsung mengambil cabe dan kecap untuk membumbui ku,ah.. memang bakso ini “ngangeni!”

Di suapan pertama ku,perhatianku tertuju pada 2 orang lansia yang sepertinya baru turun dari kereta penataran malang.beliau-beliau itu berjalan kearah kedai bakso,tubuhnya kering dan hitam,sang nenek menggunakan kebaya lusuh,dan sang kakek menggunakan kaos yang sudah tipis kainnya entah telah beribu kali mungkin di cuci dan menempel di tubuh ringkih nya. 

Beliau-beliau ini duduk di depanku tepat.sang kakek memesan 2 porsi bakso ukuran setengah harga,sepertinya tidak ada dana untuk membeli 2 piring mangkok bakso seharga 3000 rupiah.
Bakso di mangkukku terasa hambar,sangat hambar.. susah rasa nya menelan di depan beliau-beliau ini.

Tak kuasa menahan pandanganku maka setiap gerak gerik kakek dan nenek menjadi tujuan perhatianku termasuk pada radar telingaku yang menangkap percakapan beliau ini.
“nanti kita jalan ke diwet,kita pinjem uang aja 5000 untuk modal jualan lontong besok” kata si nenek.
“iya.. tapi kapan kita bisa bayar nya? Kita pinjem 3000 saja,beli setengah kilo beras buat jualan kan belum tentu laku” jawab sang kakek.
“pasti laris,aku besok jualan di pasar wes,nanti kalo laku semua langsung kita bayar,lah gimana uang kita Cuma sisa 3000 Cuma cukup untuk beli bakso ini” kata si nenek sedikit berbisik.

2 porsi pesanan kakek nenek datang ,sang nenek wajah nya sumringah.. senang sekali,dan aku menduga ini makanan pertama hari ini untuk beliau berdua. Si nenek langsung meminta tolong padaku untuk mengambilkan saos dan kecap yang terletak agak jauh dari beliau,
“nun sewu nak,tolong ambilkan saos dan kecap po ó ”katanya dengan sangat santun.
Aku mengambilkan nya dan memberikan nya kepada nenek 2 botol yang masing masing saos dan kecap murahan itu.

Masyallah.. gigi sang nenek tidak tersisa di dalam rongga mulut nya,tapi beliau masih optimis untuk bisa mengunyah butiran bola daging rebus itu. Dengan senyum terikhlas beliau masih tersenyum dan mengatakan terimakasih padaku, sang kakek sepertinya benarbenar telah lapar beliau tidak peduli dengan berbagai saos dan kecap pelengkap bakso,beliau memakan nya dengan sangat tenang dan penuh syukur,sang nenek mengeluarkan sebuah benda lonjong yang rapih tertutup daun pisang,si nenek mengeluarkan sebuah lontong yang mungkin sisa jualan beliau.

Tak perduli perut yang luar biasa lapar,beliau berikan lontong tersebut kepada si kakek namun si kakek menggeleng dan memberikan nya kepada nenek. Tetapi si nenek malah tersinggung karena lontong sisa jualannya iu di tolak kakek. Akhirnya dengan senyum si kakek membukan lontong itu dan membaginya dua untuk nenek juga.

Tak terasa airmataku hamper saja menetes mendapati pemandangan yang luar biasa menyentuh di hadapanku itu,bakso di mangkuk telah habis meski kusisakan kuah yang rasanya mendadak menjadi hambar karena lidah ku menjadi kelu itu.

Aku isyaratkan kepada ana agar lekas menyelesaikan makannya,sebelum beranjak ingin sekali aku memberikan modal untuk kakek nenek itu,tapi tiba-tiba aku merasa takut menyingung perasaan beliau-beliau ini. Kuperhatikan sekeliling,kedai bakso penuh. Selain penuh pembeli banyak orang orang yang hanya sekedar menongkrong dan berteduh dari terikanya sinar matahari.

Akhirnya kuurungkan niatku untuk memberikan uang di depan umum demi menjaga perasaan beliau.tetapi aku membisikkan kepada sang penjual bakso agar tidak memberatkan beliau dengan tagihan bakso yang telah di pesan. 

Setelah mengucapkan salam selamat tinggal dengan nenek dan kakek aku dan ana beranjak pergi meninggalkan kedai bakso. Aku menangis karena aku tak mampu mengalahi sifat malu ku tadi..aku bahkan menyalahkan diriku sendiri kenapa kesempatan untuk membantu sesama yang besar seperti itu malah aku lewatkan..

Ya Rabb.. ampuni lah hamba mu yang penuh dengan keterbatasan seperti aku..

Teman-teman aku tidak ingin menggurui engkau dengan tulisan seperti ini,tetapi pesan ku hanya satu.. ketika Allah menyapamu Allah akan memberikan kesempatan kepadamu untuk menjadi orang yang beruntung yang menjadi manusia berguna untuk sesama. Semoga Allah memberikan barrakah nya kepada kita semua.. amin

Pernikahan untuk Yuna

"tetap! selama tidak ada pesta resepsi pernikahan tidak akan pernah terjadi!" ibunya mengancam.

Yuna berlari-terus berlari melewati sawah sepanjang 1km yang membatasi desa nya dengan kota. tanpa alas kaki tanpa apapun,sesekali ia menghapus air mata nya yang terus menetes tanpa bisa di bendung setiap orang yang berpapasan dengannya akan menatap nya heran karena ia lebih terlihat seperti orang kurang waras,Yuna terus menangis dan berlari menuju kota,ia tak perduli lagi dengan tatapan heran orang dan teriakan "gila" untuk nya,ia berlari dengan membawa hati nya yang hancur lebur,remuk redam.

di tengah perjalanan ia berhenti sebentar tak ada orang di tengah hamparan sawah yang terbentang luas itu,tangis nya tak terbendung ia berteriak sekencang-kencangnya melupakan segala emosi!!

"Tuhaaaaaaan!!! apa salah kami??? kenapa jalan ini begitu susah!! mengapa sampai ibu ku berubah pikirannya?" teriakannya ngenas! kaki nya tertekuk tersungkur! kelu lidah nya matanya memerah terlebih hati nya! remuk sudah!

6 bulan yang lalu jawaban dari kedua orang tua nya melegakannya,karena setelah 6 tahun menjalin hubungan dengan seorang lelaki yang bekerja serabutan di desa nya akhirnya orang tua nya menerima lamaran lelaki itu, ragil(nama samaran) nama pria itu.

yang aku tahu ragil adalah sosok yang sangat bertanggung jawab meskipun ia tak pernah menyelesaikan sekolah sma nya. dan kini penyesalan nya ia buktikan ia bekerja tak kenal waktu demi satu tujuan! menyekolahkan adik nya hingga tamat sma! memang tidak mudah bagi ragil yang hanya memegang ijazah smp untuk mendapat perkejaan yang bagus! setelah ragil resmi menjadi seorang piatu kemudian ayah nya menikah lagi. ragil lah yang bertanggung jawab untuk menafkahi ke dua adik nya yang masih sekolah. sayang nya ukuran tangung jawab seorang ragil begitu kerdil di mata kedua orang tua Yuna.

"kamu lihat! ragil itu kerja apa? kerja ga jelas ko kamu bisa-bisa nya manu menikah dengan nya!" ketus sari kakak yuna suatu hari sebelum hari lamaran

"apa kamu ga berpikir dua kali sebellum menerima ragil?" tanya sang ibu sedikit lunak

"tidak bu! insyallah ragil adalah yang terbaik buat aku" jawab yuna mantab!

meski akhirnya hari lamaran itu telah terlewati dan terjadi,sari tidak pernah tinggal diam. setiap bulan sari yang bersuamikan seorang kopral AD itu memeras Yuna untuk keperluan anak anak nya,dan benar Yuna abagikan sapi perah yang tak pernah di kasihani. sari tak mau peduli ia hanya ingin ibu nya tau jika akhirnya Ragil memang tidak bisa di andalkan! bahkan untuk menolong keluarga Yuna dari jeratan hutang ia tidak mampu.

"yuna,kamu pikir-pikir lagi, ragil bukan orang berseragam,masa depannya tidak terlihat! apa tidak sebaiknya kamu pikirkan lagi untuk menikah denganya??" tanya ibu Yuna saat itu.

"tidak bu! seragam bukan jaminan masa depan Yuna" jawab yuna suatu hari tepat pada hari gajian,meski telah gajian uang di tangan hanya tersisa 100 ribu untuk 1 bulan setelah semua uangnya habis di keroyok kakak -kakak nya.

malam itu Yuna tak bisa memejam kan mata,ia terus memutar otak agar ibu nya tidak pernah lagi terpikat pada seragam!ini bermula saat suami sari membawa temanya kerumah,sesama orang angkatan darat. yang menyatakan terpikat oleh Yuna tetapi bayangan mas supri(suami sari) yang kurang berkenan di mata Yuna membuat Yuna mengurungkan niat untuk menimbang nimbang dengan Ragil.

mas supri sejujur nya hanya seorang pecundang yang berseragam. dulu seragam nya berjanji untuk memberi jaminan kepada anak istri nya. tapi kenytaannya? seragam bukan lah jaminan hidup masa depannya! setelah kepulangannya dari aceh mas supri terlibat skandal hutang berpuluh-puluh juta,gaji nya habis untuk membayar hutang setiap bulan. rumah jatah ia kembalikan dengan tujuan agar gaji nya bisa utuh sepenuh nya tetapi semua itu salah! kedatangan nya yang ikut nimbrung di rumah Yuna dan ibu nya akhirnya membuat Yuna seakan terusir sempat Yuna akhirnya mengalah dan ngekost di dekat pabrik dimana ia kerja dan akhirnya ia hanya bisa bertahan hingga 3 bulan.

meski tak sampai bercerai sari dan mas supri hidup saling membenci,jika tak mengingat ke 3 buah hati nya mereka mungkin sudah berpisah lama! dan hal ini membuat Yuna trauma.

Yuna yang puas berteriak di tengah-tengah sawah seorang diri akhir nya memutuskan untuk kembali ketujuan semula.kali ini perjalanan ia lanjutkan dengan becak. dengan setengah menutupi wajah nya yang sembab karena menangis!

"dinda..." sapa nya lemah

aku yang sedang menyapu halaman rumah dengan membelakangi pagar rumah menoleh dan kudapati wajah sendu Yuna di hadapanku.setelah aku membayar becak yang ia tumpangi aku membuat kan nya teh hangat,ia hanya menangis di pelukanku. aku tau pasti sesuatu telah terjadi padanya,sahabat ku!

dengan terbata-bata ia mengatakan bahwa ibu nya mengancam membatalkan pernikahan jika tak ada resepsi.ia sudah memberikan pengertian kepada ibu nya jika ia tak meminta untuk berpesta meriah karena ia tahu baik ragil maupun keluarganya tidak mampu untuk membuatkan pesta meriah,karena keterbatasan yang mereka miliki. selain itu Yuna sudah tidak lagi bekerja setelah maag kronis merenggut kesehatannya.

aku hanya bisa memeluknya dan membiarkannya menangis di pelukanku, aku terdiam. aku hanya berpikir jika memang hal ini harus terjadi semua nya akan sia-sia,ibunya hanya akan membenarkan pengertiannya tentang seragam dan jaminan masa depan! dan sari pun akan terus menerus menggerogoti Yuna.

aku membiarkan Yuna tidur di kamarku,sedangkan aku pergi keluar rumah menemui kawan-kawan sma ku! meskipun hampir 5 tahun kami lulus SMA tapi jalinan persahabatan kami masih ada dan utuh.

"satria! aku mohon pengertianmu! aku ingin menggalang dana untuk pesta resepsi Yuna kau mengerti kan?" tanyaku pada satria,mantan ketua kelas saat aku dan yuna di kelas 3 sma.

"aku mengerti dinda.. insyallah aku akan membantu mu!" jawab nya menyakinkan aku.

sebulan kemudian kami mampu menggalang dana sekitar 2 juta rupiah untuk mewujudkan pesta pernikahan Yuna,.dana itu tergalang dari kawab-kawan alumni yang masih peduli dengan Yuna.

sedangkan disisi lain ragil dengan penuh semangat menyiapkan semampunya, ia mengikuti kejar paket C agar bisa memiliki ijazah SMA kemudian mengikuti tes pelatihan satpam! ia pun tak hanya berpangku tangan,ia juga ikut mencari jalan untuk pernikahannya.

(NB :di jawa pesta resepsi adalah tanggung jawab dari mempelai wanita)

"dinda,dana nya hanya segini? masih kurang berapa lagi?" tanya satria

"ini hanya setengah nya sat! kita butuh 5 juta untuk merealisasikan pernikahan ini! di tabunganku aku ada 1 juta,jadi kita perlu 2 juta lagi!" kataku sambil berpikir

"tapi ini sudah mentok! alumni kita sudah habis aku beritahu ini!"katanya menjelaskan.

"iya aku mengerti! untuk kuade dan seluruh perlengkapan pernikahan aku sudah mendapatkan pinjaman dari salah satu teman mama jadi kita hanya berpikir untuk jamuan para undangan!" jelasku.

jemari satria memegang-megang jenggot yang hanya seberapa helai tumbh di wajah nya. pertanda ia berpikir.

"hems.. aku punya ide lain! bagaimana jika sisa nya kita jualan saja?" kataku memberikan saran!

"ide bagus! bisa juga.. cuma apa yang bisa kita jual?" tanya nya bingung.

"aku bisa memasak,bagaimana jika kita membuat nasi bungkus yang kemudian kita jual keliling kota!" kataku dengan yakin.

"setuju.. aku akan hubungi kawan-kawan lain untuk membantu" katanya penuh semangat.

di sisa 2 bulan menjelang kepuusan pernikahan Yuna, kami terus berjualan tiada henti aku dan Yuna bangun jauh dini hari utnuk ke pasar dan memasak.

nasi bungkus yang di jual seharga 2500 rupiah akhirnya tersaji pada pukul 5.30 pagi kemudian dengan wajah sembab bangun tidur satria dan rohmad mengambil barang dagangan untuk menjualnya di alun-alun dan di pasar. sehari kami bisa mendapat untung 30 sampai 50 ribu jika habis!

1 minggu sebelum hari keputusan kami pun menghadap Ibu Yuna dan menyerahkan uang resepsi. melihat uang itu nyata dan segala persiapannya telah matang ibu Yuna akhirnya tersenyum dan mengganguk. pesta pernikahan di setujui.

"Horeeee!!! alhamdulillaaaaaah" teriak aku,rohmad dan satria! Yuna tidak bisa membndung air mata bahagianya. ia memlukku dan membisikkan padaku

"terima kasih sahabatku!"

dengan langkah ringan aku,rohmad,dan satria akhirnya pulang kerumah masing-masing 3 bulan telah terlewati. kami bisa tersenyum lega dan menunggu minggu depan untuk membatu acara resepsi itu.

tapi dana sebesar 5 juta itu keesokan hari nya telah lenyap! tak bersisa di lemari tempat Yuna menyimpan uang nya.hilangnya uang itu bersamaan dengan pergi nya mas supri yang entah kemana.

yuna berteriak shok,sedangkan ibu nya hanya diam mematung. sedangkan sari langsung pingsan di tempat.

mendengar kabar itu dari Yuna di sms singkat nya akhirnya aku dan satria datang kami melihat Yuna terngkur di kamar nya. seperti nya ia menangis keras dan lama,ibu nya hanya mengisyaratkan agar aku berbicara dengan beliau di ruangan dapur. dapur yang kecil dengan tungku api khas pedesaan.

"nak.. ibu tidak mau menyusahkan kalian lagi,melihat perjuangan kalian untuk membantu Yuna membuat ibu sangat berterima kasih pada kalian,keinginan ibu agar bisa membuatkan pesta pernikahan untuk Yuna hanya karena ibu tak ingin Yuna mengalami hal sama dengan sari,ibu ingin melihat sejauh mana kesungguhan yuna dan ragil sampai sini"

jelas sudah semua yang selama ini mengganjal di benak ku karena keras hati ibu Yuna.


"pernikahan akan tetap ada.. meski tanpa resepsi.. " tambah nya.

aku tersenyum dan berpamitan pulang, tak ada lagi kata-kata yang bisa terucap. yuna masih tersungkur di dalam kamar berukuran 2x1 m di atas dipan tanpa kasur,ia menutup wajah nya dengan selimut kumal miliknya.

kabar tentang hilangnya uang pernikahan Yuna terdengar di telinga teman-teman,menimbulkan iba yang sangat mendalam.meski begitu kawan-kawan lain tetap datang di acara walimatul urusy yang sangat sederhana di rumah Yuna.

hari itu Yuna sangat cantik kebaya pengantin yang tetap di pinjami dari teman mama ku tetap dipakai. make up gratis dari teman mama yang berhati mulia membuat Yuna benar-benar menjadi seorang pengantin yang bahagia. ragil pun terlihat gagah dengan jas pinjaman pak lurah. semua wajah tampak bahagia tak terkecuali, ibu dan ayah Yuna menangis haru melepaskan anak nya dan menyerahkan kepada Ragil lelaki tanpa seragam.

setelah acara walimatul urusy selesai Yuna dan Ragil menjadi pasangan suami istri yang syah!

sebuah mobil kijang butut milik orang tua satria terparkit di rumah sederhana Yuna,mengangkut kedua mempelai ke suatu tempat.

yuna hanya bisa pasrah menunggu kejutan apa yang ada di depannya, dan ternyata sebuah tenda dan hidangan serta para tamu sudah lengkap yang kebanyakan kawan SMA menunggu pengantin hadir di pelataran rumah ku.meskipun sederhana tapi pesta itu terwujud! selama 3 hari 3 malam,dengan sisa tenaga dan dana yang seadanya kawan-kawan alumni Sma akhirnya membantu begadang untuk mewujudkan ini smua.

Yuna terisak isak melihat semua ini,sedangkan ragil hanya bisa menitikan air mata. mobil kedua menyusul berisikan orang tua Yuna dan beberapa kerabat Yuna..

suara isak tangis akhirnya bergemuruh ketika seorang kawan yang telah menjadi ustad melantunkan ayat suci al quran dengan sangat merdu

iya pernikahan itu untuk kamu sahabatku..


cerpen percobaan -the end-

Rabu, 15 September 2010

selamat pagi... (mengumpulkan semangat yang sempat menghilang)

hoaaaaaaaaaaaammm.....



 Bissmillahirohmannirohim...

 selamat pagi dunia, sepertinya kau lebih bercahaya dibanding hari kemaren? benarkah? ataukah sudut pandangku yang mulai berubah? -mudah-mudahan benar- amin, bukankah Nabi kita Muhammad saw bersabda bahwa "manusia yang beriuntung adalah yang hari-harinya selalu lebih baik dari hari kemaren?" mudah2an kita termasuk kedalamnya, AMIN.

 seperti judul diatas, alhamdulillah setelah beberapa hari aku sakit dan kehilangan semangad akhirnya aku bisa mencoba untuk mengumpulkan puing2 niat untuk kembali semangat menggali ilmu dan belajar demi cita-citaku yang tertumpuk. Cita-cita yang selalu menghantuiku agar dapat terwujud dan minimal bisa melihatnya menjadi nyata.


Cita-citaku atau buah benakku sendiri, semalaman(oke ga semalamana, kira-kira 2 jam ) aku banyak ngobrol dan share sama bung Tete (senior s2 di universitas ku). Tentang rencana ku untuk tahhun depan, rencana untuk masuk mendaftar menjadi PERWIRA TNI hingga menjadi guru ataupun dosen. Aku rasa which yang tercapai tujuanku cuma satu, untuk bisa berguna bagi orang lain. Itu saja.. sederhana kan?


Aku ingin membuat sekolah, jadi yang kubicarakan semalam tentang homescholling sampai rencana memberantas kemiskinan minimal di kota dimana aku tinggal. Apapun itu, aku selalu kembalikan kepada Allah, semoga Allah yang memilihkan jalan yang terbaik untukku, amin. amin amin.


Yaah, kembali lagi kesemula impian-impianku ini akan terwujud nanti, ketika aku bisa melangkah membuka lembaran baru lagi di depan sana. Sekarang aku hanya mengharuskan diriku untuk menyelesaikan kuliahku yang menyisa 1 tahun  ini. (sebetulnya aku masih sangat penasaran untuk bisa mengambil s2 di Indonesia! aku ingin sekali mencicipi menjadi mahasiswa ala indonesia).

Yap! bermimpi itu gratis! bukankah tingginya technologi dan banyaknya hal mustahil terwujud itu dari sebuah mimpi? yang penting aku harus keep focus dan terus SEMANGAT ...

Rostov, 16 september 2010