Sabtu, 06 November 2010

Bersih itu Indah bukan??

Oke, ini bener-bener kelewatan.. ini bukan untuk pertama kali terjadi, rasanya darah udah di ubun-ubun MUNTAB!!
Hari ini aku lihat ada hal yang mengganjal di pojokkan kamar mandi di asramaku, benda putih tipis itu terbengkalai tidak pada tempatnya, keleleran di lantai karena dibuang secara sengaja oleh pemiliknya yang aku yakin "TIDAK PUNYA RASA KEBERSIHAN dan KESADARAN HIDUP BERSIH".

Oh Tuhan, akhirnya dengan sangat terpaksa aku menahan esmosi sambil melanjutkan mandi, lah wong saat itu aku sudah dalam keadaan bersiap mandi (ga mungkin juga aku pake baju lagi hanya untuk ngamuk-ngamuk ga jelas kan??sebetulnya alasannya sih jelas whatever)
Alhasil aku terusin upacara mandi dengan hati dan pikiran yang udah ga karu-karuan, sampe kehilangan konsentrasi sangkin sebelnya. Aku juga sudah menyiapkan untuk pidato singkat(A.K.A ngomel) di depan 4 kamar di section/koridor kamarku(koridor kamarku terdiri dari 2 kamar yang berukuran besar dan 2 kamar ddengan ukuran besar, kamar yang kecil berisi 2 orang dan yang besar 3 orang, aku di kamar yang besar dan aku termasuk paling senior di koridor ini karena aku paling lama tinggal disini 4 tahun)

Selama ini, kalo ada kejadian yang kurang mengena aku biasanya cuma kasih tulisan-tulisan peringatan yang aku tempel di dinding koroidor dengan tulisan GEDE dan berwarna, dengan harapan pelakunya tersadar dan tidak mengulang lagi. Pernah kejadian ada yang buang "pembal*t bekas pake tempat sampah mini untuk buang sisa makanan di atas wastafel". Mengertikan?? ini benar-benar DISGUSTING!!! hoeks.. iya kalo yang namanya wastafel itu bukan pusat bersih-bersih dari bersihin piring, muka, gigi sampe kaki! alhasil tiap kali sikat gigi kalo inget dan liat pasti muntah-muntah!. Herannya itu ga tersadar aja sama si pelaku.
Akhirnya setelah tulisan peringatan yang super gede itu terpampang, akhirnya si pelaku bertaubat dan insyaf. Alhamdulillah tidak ada lagi.
Sempat juga ada "brown things" tertinggal terukir-ukir di leher Wc. bisa banyangkan? punya sendirii aja rasanya jijik apa lagi punya orang??? iya kalo wangi, baunya busuk amit-amit! Hoeks!!! Oke sekali dua kali aku bisa maklum dengan membersihkannya, tapi kalo setiap hari?? "Loe pikir gw petugas kebersihan girls??"

Ya ampun... balik lagi deh, ke kasus terakhir yang di kamar mandi. Setelah upacara mandiku sempat kacau karena aku udah ngeringin pake anduk ketika aku sadar kalo aku belum pake sabun setelah keramas. HAHAHAHA.. akhirnya buka kran lagi dan pake sabun sebelum pake baju. hihihihih

Setelah upacara mandi bener-bener kelar dengan sempurna, Insyaallah. Aku keluar dari kamar mandi dengan darah yang masih di ujung ubun. Aku gedor semua kamar supaya semua keluar dari goa masing-masing. Di kamar 500(kamarku) ada wink(china), dita(indo), aku, di kamar 501 ada li cin yua(china), dan cin cin (china), kamar 502 ada wenzia (china), dan heng(vietnam), kamar 503 Lan(china) . Dan kesemuanya adalah PEREMPUAN SAUDARA-SAUDARA!
Setelah semua ngumpul, aku mulai pidato singkat dengan menunjuk-nunjuk barang bukti. Aku tarik satu satu masuk kekamar mandi biar liat dengan mata kepala sendiri apa yang terjadi. Sebagian mereka cuma ngangguk-ngangguk. Entah mereka mengerti entah engga...
Semoga mereka bisa ngerti, bahwa semua adalah perempuan. Perempuan yang selalu menjadi simbol dari sebuah keINDAHAN dan KECANTIKAN. Bagaimana mungkin mahluk yang dijadikan simbol ke-indahan diseluruh dunia ini memiliki kelakukan yang bertentangan dengan itu. Tak peduli latar belakang keluarga, pendidikan, negara suku, dan agama. Keindahan itu milik setiap mahluk bernama manusia dari sikap dan pikiran. 

Nb : masih snat snut karena belum bisa ngilangin rasa jijik.

Salam,

Ddhidayanti

Kamis, 28 Oktober 2010

Curcol Bo!!!

Perasaan "fatigue" kali ini membuatku tidak sadar untuk curhat di ruang kelasku, mungkin ini dampak dari kenegatifan suasana hati dan pikiran yang memang akhir-akhir ini sedang tidak sehat.

Iya, hari ini di ruang mata kuliah "kooperatif kultur" membuat mulutku nyerocos tanpa henti "curcol" maksudnya. Gara-gara dosen ku yang baik hati dan cantik itu mengadakan sesi "curhat singkat", sebetulnya tidak ada di agenda mengajarnya tapi entah mengapa atau karena sifat ramahnya, dosen yang bisa dibilang calon professor muda itu melihat mahasiswanya yang cuma 4 orang itu (maklum sub jurusanku memang miskin mahasiswa) kinerja belajarnya menurun (bahasa gaulnya : MALES, hahaha)

Rustam Ruslanovic, menjadi pasien curhat pertama mahasiswa satu-satu nya yang lumayan sering masuk itu hari ini "curhat" tentang hidupnya yang selalu kekurangan waktu. Intinya Rustam Ruslanovic itu kelabakan karena tak bisa membagi waktu antara belajar dan bekerja. Dosenku menasehati agar dia bisa memanage ulang waktunya, karena manusia diberi waktu yang sama hanya bagimana kita me-manage sesuai kebutuhan kita sendiri.
(jadi inget, ada sebuah nasehat tentang waktu yang pernah aku baca bahwa manusia diberi Tuhan waktu 24 jam yang bisa dibagi menjadi 3 bagian, 8 jam untuk tidur/istirahat, 8 jam Untuk bekerja atau belajar, dan 8 jam untuk melakukan kagiatan lainnya.)

Sedangkan Alissa Mardvwinkina mengutarakan curhatnya bahwa dia sedang tidak punya pikiran apa-apa tentang hidupnya, tak ada rencana apapun didalam hidupnya (bahasa Gaoelnya : Let it flow, mantabs benar daaahhh) Dosen cantik itu hanya tersenyum ramah.

Kemudian disusul oleh (ko jadi kaya reporter pertandingan bola gini yah?? haha) Karina Yakovleva yang curhat bahwa ia baru keluar dari Rs.(entah abis sakit apa) dia tidak membicarakannya. Sepertinya memang parah sih karena sampe satu minggu ga masuk(tapi rs. disini mah parah, masa ada orang sakit dengan infus yang menancap suruh naek kelantai 3 sendirian untuk ambil makanannya sendiri-curcol waktu kawan indo sakit-. Sementara si suster jaga hanya teriak-teriak sepanjang koridor memberitahukan bahwa makanan siap dilantai 1. Bisa bayangkan jika pasien di lante 3 atau lebih? naek turun sendiri, tanpa tangga(maklum di Russia gedung yang hanya ada 5 lante tidak difasilitasi lift.) ga ada deh ajang manja-manjaan..) Eh.. ko malah bahas ini?

Balik lagi, kemasalah "curhat". Nah karena saking fatigue nya aku kali ini mulutku ntyerocos tanpa filter.. begitu aja ngocor sampe dosennya cume gedeg-gedeg. Mungkin dipikirnya kasian amat yah mahasiswa asing yang satu ini, udah beda sendiri, kelakuan dan cara pikirnya pun beda! (beda itu menyenangkan loh!!!--> curcol didalam curcol bo!) bukan -bukan itu. Tapi emang bener entah ada apa denganku hari ini kenapa aku bisa tiba-tiba curhat tentang konflik pribadi ini(orang psikologi pasti ngerti), problematika yang bisa sampe bikin orang kehilangan motivasi hidup(bahaya banget! ini udah hampir masuk ketahap gila).

Aku bilang sama dosenku tentang perasaanku akhir-akhir ini "bahwa aku sedang fatique, sampai tak mengerti harus melakukan apa.. bahkan untuk pergi refreshing saja udah ga mau. Intinya kesana mentog! kesini mentog! bahasa jawa kerennya : ga ngalor, ga ngidul, ga ngulon, ga wetan pokoke stuck!"
lanjutku....
"Dulu.. aku merasa dengan belajar psikologi aku bisa lebih tau diriku sendiri, aku bisa menolong diriku sendiri dari "kejanggalan-kejanggalan" dan "keanehan-keanehan" yang melekat kuat hingga keakar di diriku sendiri" tapi sepertinya usahaku sia-sia. Ilmu yang aku serap tidak bisa mengobati diriku sendiri. "

Keluhku kali ini ternyata cukup membuat dosenku hari ini tersenyum (entah apa arti dibalik senyuman penuh makna itu), kemudian dia memberi 1 kalimat nasihat yang ternyata bisa menembus perasaanku dan membuka paksa tempurung kepalaku yang sejak kembali dari Tanah air tertutup awan hitam (ce ileh!) kalimat nasehat  yang sederhana yang ternyata bisa menghapus sedikit rasa fatigue dan ternyata bisa sedikit menumbuhkan motivasi untuk hidup sehat lagi. Kata-katanya adalah

"Dd...Даже врач не может сделать операцию сам себя если он болеет тогда ему нужен  врач ( cara baca : daze brach ne mozet delat operasiyu sam sebya! esli on boleet tagda emu nuzen brach )" artinyo ---> (Dd, Dokterpun tidak bisa melakukan operasi terhadap dirinya sendiri jika dia sakit, jadi jika dokter sakit maka ia juga harus pergi ke dokter) bahasa jawanya : Dd, masio awak dewe dokter, ra iso ngoprasi awak e dewe, lek dokter loro mesti mbutuh dokter liyane pisan. 

(kira-kira begitu artinya, maklum bahasa jawa ngepas! hahah)
Intinya, ilmu yang dipelajari seharusnya mampu untuk membantu orang lain, tetapi juga harus bisa diterapkan kepada diri sendiri. Salah satu dosenku yang lain juga pernah bilang
"Psikologi atau ilmu jiwa yang kita pelajari membantu kita untuk memahami diri sendiri dan memhami pasien kita terhadap masalahnya, dan tugas psikolog adalah membantu menemukan jalan keluar dari berbagai masalah yang sedang mereka hadapi. Dengan banyak cara, memberikan motivasi misalnya atau dengan cara membantu menggunakan terapi bla-bla-bla"

Dilain waktu salah seorang seniorku dari Macedonia, Alexandra Dzukleska juga pernah berkata
"Untuk menjadi psikolog kamu harus bisa mengerti diri sendiri sebelum kamu bisa menolong orang lain, bagaimana bisa kamu menolong orang lain jika kamu tidak mampu menolong diri sendiri".
Jujur, apa yang dikatakan Aleks benar juga menurutku, tapi kata dosen mudaku juga ga salah. Beda kepala beda nasehat, tapi semuanya menjadi sebuah pemikiran tentang problematika yang sedang dihadapi untuk seorang calon psikolog.
Mungkin ada benarnya nasehat 2 tahun lalu oleh seorang dosen ku waktu tingkat 2, seorang kepala jurusan psikologi kepribadian, yang meraih gelar Prof. Svetlana Tigranovna bahwa
"Ketika kalian lulus dari fakultas ini, ada baiknya kalian menyegerakan menikah sebelum kalian menjadi perawan Tua! Untuk seorang psikolog sejati, ketika ia memilih untuk mengabdikan diri menjadi psikolog dan membantu orang lain untuk memcahkan masalahnya. Maka secara tidak langsung kita akan mengorbankan diri kita sendiri untuk tidak menikah"
Boleh setuju boleh tidak, tergantung dari persepsi masing-masing indovidu. Tapi masih ada lanjutnya
"Karena ketika seorang Psikolog sudah memulai kehidupannya menjadi seorang psikolog maka jiwa dan pikirannya harus siap menerima dan merasakan dan menyelami apa yang dirasakan masing-masing pasien yang datang dengan berbagai masalah mereka yang berlainan. Jika kita tak mampu merasakan apa yang dirasakan sang pasien, maka psikolog tersebut tidak akan bisa membantunya secara maksimal. Kenapa saya menyuruh kalian untuk menikah? karena ketika menikah kondisi jiwa seseorang akan lebih tenang dan stabil. bla-bla-bla-bla"

Intinya sih begitu, tapi aku kembalikan bahwa semua tergantung dari diri sendiri, kalau merasa memang "kuat/strong/brave/perkasa" maka pilihan ada ditangan sendiri.
NB : terakhir dikhususkan illa ruhi calon psikolog yang sudah punya calon pendamping loh!

Entahlah..

-Ddhidayanti-

Sabtu, 23 Oktober 2010

Berpelukan....??? (hayuuuukk)

Rostov, 23102010
Rasanya lama sekalil diri ini tidak memanjakan diri pergi untuk refreshing bersama teman-teman. Apalagi cuaca mendukung hari ini yang memang terbilang cerah (Plus 11 derajat celcius tanpa angin).

Seharian(eh ga seharian ding) dimulai dari jam 16.30 aku, dita, dan pipit(mahasiswa s2) berangkat dari asrama kami yang terletak disebalah barat kota Rostov untuk pergi ke taman Pushkin ditengah kota untuk sekedar foto-foto ria dan jalan-jalan bersama. Kami tidak hanya bertiga tetapi kami sudah janjian bareng-bareng dengan teman-teman mahasiswa lain di sana.



Seru poto-poto dengan berbagai pose dan mimik muka, kamipun jalan ke taman Gorki yaitu salah satu taman jantung kota (FYI : taman ini tidak dimiliki hanya di kota Rostov tapi dihampir disetiap kota di Russia memiliki taman yang bernama sama, hal ini untuk menunjukkan rasa bangga Russia kepada salah satu penulis besarnya yaitu ya Aleksei Maksimovich Gorki selain itu Russia punya Aleksander Puskin de el el , mereka dijuluki pahlawan nasional karena karya-karya besar tulisan mereka) untuk jalan-jalan, last autumn untukku kali ini sangat cukup menyejukkan, ga terasa aku telah melewati 4 kali musim gugur disini dan taun ini adalah yang ke-lima, entah kapan lagi akan bisa menikmati keindahan fenomena alam yang tidak bisa terjadi di tanah air ini. (Spasiba Gusti Allah.. sudah mengirimku kesini)


Kami mahasiswa Indonesia meski tidak lengkap(kurang 3 orang lagi) tetap merasakan kegembiraan bersama, iya karena kita memang keluarga disini. Russia dan Rostov menyatukan kami kedalam keluarga!
Tidak ada yang tampak sedih hari ini, meski kami jauh dari orang tua, meski kami berjuang sendiri. Kami tetap bahagia! iya.. karena Tuhan percaya pada kami untuk bisa mengemban amanah untuk belajar di Negara Es ini. :D

Dalam perjalanan pulang, (setelah puas menghabiskan batre dari digicam, setelah puas nyengir di poto dengan berbagai gaya, setelah mati gaya didepan camera) kami berpapasan dengan segerombolang pemuda-pemudi RUSSIA yang membawa tulisan -ДАВАЙ ОБНИМЕМСЯ- (baca : dawvai obnimemsya) atau -MARI BERPELUKAN-
Iya pemuda-pemudi ini memberikan pelukan gratis untuk siapa saja yang ingin kebahagiaan. Awalnya teman-teman heran, ada yang masih tidak mengerti artinya(mahasiswa baru) ada yang cuma mikir (unbelievable) ada yang cuma bengong (karena ga pernah dipeluk ama orang asing).


Aku juga termasuk yang kaget, karena baru kali ini bertemu dengan hal ini(setelah ngaskus dan baca dari salah satu artikel tentang kejadian seperti ini di Aussie). Dengan tersenyum dan tanpa ragu aku memeluk salah satu dari mereka (tentu saja cewe) dan alhasil.. aku merasa Senang! aku merasa bahagia..suasana dingin kota Rostov malam ini yang cuma 4 derajat dicairkan dengan pelukan ini ada sedikit beban yang terlepas entah kemana..-smriwiiingggg-



Teman-teman lain malah ada yang tidak melepas pelukannya atau bergantian memeluk satu-satu cewe Russia itu secara gratis(mahasiswa cowo loh yah-hahahah-), tapi hati-hati dengan lawan pelukan kita karena jika salah peluk bisa berarti lain seperti si Sami(mahasiswa kita) yang salah peluk, ia memeluk salah satu pemuda (bukan pemudi) dan kalian tau?? kesan dari relawan tersebut kepada sami adalah dengan pertanyaan " apakah kamu Homo???" hahahahah.
Meski tidak saling mengenal. tapi arti dari sebuah pelukan itu sangat mengesankan dan mendamaikan...-tentu jika ikhlas-

Iyah.. mereka mengatakan "dengan berpelukan, kami memberikan kebahagiaan".

Terkadang manusia yang mengalami kecemasan, kekawatiran, dan stress bisa diobati hanya dengan sebuah pelukan hangat. Disaat pelukan dilakukan, ada perasaan damai, tentram dan seolah melepas segala ketegangan di tubuh kita.
Lalu bagaimana jika pelukan itu dilakukan dengan orang-orang terkasih kita?? kekasih, suami, istri, orang tua?? tentu efeknya akan dasyat sekali!

Maka, sudahkah kita memberikan kebahagiaan kepada orang lain detik ini???

"Mari berpelukan!"

-ddhidayanti-

Kamis, 21 Oktober 2010

Hidup dengan damai itu indah Bung!

Hems.. 

Kira-kira hampir 4 tahun lebih aku tinggal di Russia, menjadi salah seorang yang mengalami bagaimana hidup di negara orang yang tadinya merasa asing dan tetap merasa asing sampai detik ini (hehehe), apapun yang berhubungan dengan sosial, kemasyarakatan, perilaku, dan tradisi sudah melekat erat denganku tanpa kusadari, sama hal nya dengan episode-episode kehidupan lainnya yang penuh dengan cinta, tengkar, perang, persahabatan, dan lain sebagainya.

Pembahasan kali ini tentang pertengkaran/adu argumentasi/ ссориться(baca : soritsya)yang  cukup unik bagiku dan jarang aku temui di tanah air. Karena meskipun terkesan dingin(selain negara yang memang memiliki iklim dingin) orang-orang diisni jarang sekali terlihat bertengkar yang langsung berakhir jontok-jontokkan (atau apalah namanya) yang pasti hanya akan adu mulut semakin tinggi dan semakin tinggi nada bicara. Hal itu akan terus seru sampai pada akhirnya salah satu pihak kalah bicara dan diam beribu bahasa(jarang banget aku melihat ada yang nggerundel dalam hati atau memaki dengan kata-kata kasar dan bengis).

Aku sering mengalami/ melihat sendiri kejadian seperti itu, misalnya ketika itu aku dan Dita(adikku) pulang dari mengunjungi maba(mahasiswa baru) di lain hostel. Memang yang namanya kota besar kalo sudah jam pulang kantor pasti semua transportasi umum akan penuh dan macet. Hal yang sangat membuat BETE ga ketulungan.

Saat itu sudah tentu aku dan dita tidak dapat bangku kosong di dalam bis nomer 67 jurusan barat kota Rostov On Don Russia. Bayangkan untuk berdiri saja aku harus sikut-sikutan didalam bis, you know lah yah.. di dalam bis kota itu ga ada enak-enaknya apalagi kalo udah penuh, sesak oleh penumpang yang berdiri dengan semerbak aroma yang berlainan, yang ada hampir semua orang/penumpang akan merasa tidak bebas/tenang.

Aku yang beridiri di dekat pintu dan tepat dibelakang 6 bangku utama yang memang sebetulnya dikhususkan untuk orang-tua/anak-anak dan ibu hamil. Dari 4 bangku yang saling berhadapan itu ada seorang pemuda bermata sipit(bukan china tapi biasanya orang-orang selatan Russia yang memiliki wajah mirip etnis mongolia) sedang tertidur pulas, entah karena dingin, lelah atau memang kurang tidur. Sedangkan disebelahnya seorang ibu-ibu paruh baya duduk diam dan tenang, dihadapan mereka berdua duduk 2 orang lansia.

Posisiku berdiri dibelakang pemuda tersebut sambil menopangkan tas tanganku yang berat di atas sandaran bangku sang pemuda,. Dihalte berikutnya, beberapa penumpang masuk lagi membuat isi bus semakin mirip sarden dalam kaleng, aku tak ingin bergeser dari tempatku berdiri karena aku sudah merasa nyaman berdiri disini. Tapi ada yang aneh dengan situasi didalam bis yang mulai memanas ketika seorang ibu-ibu yang  berbadan lebar masuk kedalam bis dan mengusir pemuda yang tertidur didepanku itu.

Sang ibu tanpa risih malah ngomel-ngomel karena merasa sang pemuda terlalu enak-enakan dapat tempat duduk. Sang pemuda mengalah ia kembali melanjutkan tidur dengan berdiri didepan sang ibu yang merebut tempat duduknya. Sang ibu dengan tatapan tak bersahabat mulai menkritik semua penumpang yang ada. (aku rasa ibu ini memang memiliki kelainan sosial deh) dan yang terparah adalah dia mulai melirik kearahku dan menegurku agar aku tak menaruh tas tangaku di atas sandaran bangku yang ia rebut dari pemuda itu, aneh memang karena tas tanganku sama sekali tak mengenai tubuhnya meski hanya sedikit. 

Entah darimana dia merasa tidak nyaman dengan adanya pemuda itu dan kehadiranku yang berdiri dibelakangnya, sambil melanjutkan melotot-melotot(jadi mirip sinetron di tanah air). Tak lama akhirnya ibu-ibu disebelahnya mulai menegur sang ibu yang tak tahu diri itu, intinya si ibu yang baik hati itu membela sang pemuda yang mengalah dan tidur dengan beridri dan membelaku yang memang tak bersalah. Ibu itu memberi pengertian bahwa bus memang dalam keadaan penuh dan sesak, bahkan untuk berdiri susah. Tapi apa yang disambut dengan ibu-ibu tak tau diri itu? ia marah, ia murka.. tanpa rasa bersalah ia malah terus menerus mnghardik dan membela diri. Aku yang menyaksikan hanya bisa geleng-geleng kepala. Entahlah.. sudah berapa kali aku bertemu dengan kejadian seperti ini.

Yang ingin aku sampaikan adalah ketika adu argument semakin lama semakin sengit tak ada satupun yang memulai untuk menggunakan fisik, meski kata-kata hardikan cukup keras dan menyakitkan. Sampai akhirnya si ibu yang baik hati terdiam karena mulai mengerti bahwa ibu-ibu tak tau diri ini memang sangat keterlaluan.

Begitulah...

Aku coba bayangkan jika kejadian itu ditanah air, betapa orang-orang sangat mudah untuk melakukan hal yang berakhir pada fisik. Adu argumentasi, dialami disemua lapisan masyarakat, fenomena yang tidak bisa dihindari, tidak pria maupun wanita. Semua bisa mengalami.

Memang disini jika bukan orang mabuk jarang sekali ada adu argumen yang berakhir pada bentrokan fisik. 

Yah.. mungkin ini salah satu episode yang sedikit  banyak bisa merubah cara pandang dan kharakterku :D

mungkinkah di Tanah air bisa seperti ini?? ketika harus beragurment tanpa jontos-jontosan??

ask your self please!

*ini hanya salah satu buah pikiran, tak bermaksud menyinggung siapapun :)



Salam damai, 

Dd hidayanti

Sabtu, 02 Oktober 2010

SELAMAT HARI BATIK

HAIIII... INDONESIA! KU BANGGA MENJADI BAGIAN DARI BANGSA INDONESIA!

Tanggal 2 oktober adalah peringatan HARI BATIK NASIONAL, wah..

sengaja loch.. aku sampe pake pake batik modif yang aku banggakan kemudian di jepreett.. ini dia


Hyaaaaaaaaaaaa.. POSTingan ga penting blasss iki! mana ada kakiku yang jari jemarinya mirip ama lengkuas yang beruas-ruas pula.. huahuah.. dan difoto itu aku terlihat super amat gemuk! padahal diriku ini langsing loch.. --> dalil pembenaran diri


Hehehhe... yaweslah.. yang penting majulah Indonesia! kami bangga menjadi bagian darimu meski pemerintahan kami agak kacau! whatever Indonesia tanah airku tanah tumpah darahku, disanalah aku berdiri jadi pandu ibuku...Indonesia kebangsaanku... dst dst


Salam, 

Dd


Mari maskeran... Hayuuuuukk

Memang sepertinya sudah menjadi tradisi untuk selalu masang masker tiap malam minggu untuk aku dan teman-teman indonesia di asramaku ^^ hehehe..

Seperti biasa ucok, sambel, dan bung Tete datang kekamar dengan tanpa di komando lengkap dengan muka bersih setelah mandi atau cuci muka sendiri.

Dan... siap-siap untuk masang masker...

masker yang dipasang setiap seminggu sekali ini tak mahal bahkan tak ribet!! karena memang kita lakonin semata-mata buat efek :
1. Membuang Bosan
2. Menguatkan Tali slaturahmi
3. Menjadikan Ganteng/ cantik
4. Licin muka dan bahagia --> oke ini ga ada hubungannya -_-'

Heheh... ---> kebiasaan ketawa ga jelas! huh

Nah, langsung aja kita lihat hasilnya yuaaa

masker pertama adalah  masker "BAKING SODA" 


Yuhuu.. memang dah yah masker ini selain bisa buat bikin ROTI bisa juga buat ngebedakin muka saat browsing di Eyang Google, ternyata Baking soda ini banyak manfaatnya, antaranya buat ngikis kulit mati dan buat muka jadi seger.. wah! jadi ga perlu gosok2 pake peeling yang mahal itu.. ^^ dan hasilnyaa






Muke kite bertige (Bung Tete, Ane, dan Sambel ) jadi putih kaya pake masker bengkoang! tapi setelah kurang lebih 30 menit di bersihkan pake air dingin, efeknya muka jadi halus.. seger, dan enteng (buset dah enteng katanya!! hahaha)


Baru tahap kedua adalah pake masker putih telor dengan racikan sbb:
 1.Putih telor secukupnya
  2. Madu secukupnya 
 3. Jeruk nipis secukupnya!


campur jadi satu dan tempel dimuka! Efeknya agak membuat kulit mengencang ga bisa bicara, jadi terpaksa berbicara dengan mulut tertutup, mata tanpa ekspresi, dan wajah diam ---> ngebayangin bener-benar kocak dah! 


Masker ke dua itu di tempel selama 1 jam kurang lebih, kemudian dibersihkan dengan air dingin lagi, dan hasilnya muka bener-bener enak, nyaman, sedap, dan terlihat bahagia ---> apaaaa cobaaa maksdnyaaa??

Gitu dah..

Dan malam ini adalah kali ke 4 tradisi kita di asrama RGU :)

salam,

Dd



Lagu sileum di film KCB

* Lirik lagu sileum di KCB, lagi seneng ama lagu ini.. sedih banget T_T


Salamu’alaikom warahmatullah
Jaroe dua blah ateuh jeumala
Kedua belah tangan di tas jemala

Jaroe lon siploh di ateuh ule
sepuluh tanganku ini di atas kepala
Meuah lon lake bak kawom dumna
Mohon maaf kuhaturkan kepada semuanya
Jaroe lon siploh di ateuh ubon
Sepuluh tanganku ini diatas ubun
Salamu’alaikom lon tegur sapa
Salam alaikum, ku tegur sapa..
Jaroe lon siploh beu ot sikureng
Jari tanganku yang sepuluh kuangkat sembilan
Syarat ulon khen tanda mulia
Sebagai syarat, tanda mulia
Jaroe sikureng lon beu ot lapan
Jari sembilan kuangkat delapan
Geunan to timphan ngon aso kaya
Ganti timphan dengan isi srikaya
Jaroe lon lapan lon beuot tujoh
Jari tanganku yang delapan kuangkat tujuh
Ranup lam bungkoh lon jok keu gata
Sirih dalam bungkus ku serahkan pada tuan

Bla bla bla ...

"mas kamu itu kenapa bla bla bla...."

"Mas.. kemana aja kamu hah? kan kamu ga boleh bla bla bla bla..."

"Mas.. ngerti ga sih.. aku itu bla bla bla bla bal"

"Kenapa sih kamu ga bla bla bla bla bla..."

"Mas... aku itu capek tau kalo kamu bla bla bla...."


dan masih banyak "bla bla blaa" lainnya sepanjang hari.. tapi tidak mengusiknya selain ia menjawabnya dengan

                                      "Aku kangen banget sama kamu"

"!@#$%^&*()......." aku diam tertunduk, dan pasrah.

"Mas, aku sayang sama kamu...jangan gitu lagi yah..."

"Aku tau dek, kamu sayang sama aku, karena kamu masih ngomelin aku"
"........" aku makin speechless *sambil mikir enaknya orang ini di cubiiit kali yah! bikin gemes!

 Fine.... Easy banget, marah langsung ilang, hati langsung tenang, perasaan lanusng adem..

**begitulah perempuan memang selalu ingin mengomel. Karena perempuan berbicara dengan perasaan sedang pria dengan logika. Pria jarang sekali mau beradu mulu malah ada beberapa pria yang senang kalo kekasih hatinya sedang ngomel, menggemaskan katanya (apa dia pikir aku adalah radio rusak yah? atau dia ketagihan liat expresi mukaku yang aneh kalo lagi marah dan ngomel?)

i dunno.. yang penting.. aku cuma mau bilang, i love you everafter
*cewekplinplan

Jumat, 01 Oktober 2010

Diamku Diammu...

Aku diam,  bukan berarti aku marah...
Aku diam, bukan berarti aku sedang tak ingin sesuatu..
Aku diam, bukan berarti aku ingin pergi darimu..
Aku diam, bukan berarti aku menyesal...
Aku diam, bukan berarti aku tak suka dengan cara-cara cuekmu itu..
Aku diam, bukan berarti aku tak peduli denganmu..

Tapi aku diam, 
Agar aku bisa menjernihkan fikiranku.. agar aku bisa lebih bisa menata hati, agar aku bisa kembali mengingat tentang niat, tentang tujuan yang telah aku ikrarkan didepan kedua orang tua ku dan kedua orangmu saat itu.. 

Diamku, agar kau bisa sedikit memahami.. bahwa aku ini perempuanmu! bahwa aku ini orang yang katanya kau sayangi, orang yang mungkin dulu pernah kau cintai.. yang kini hanya kau diamkan, seakan aku telah tiada.. seakan aku tidak pernah ada didalam kehidupanmu, seakan aku bukan orang penting di hatimu..

Kemana kamu? ketika aku terdiam?? kau hanya asyik dengan duniamu sendiri, kau hanya mencintai apa yang kau pikirkan, kau hanya berbicara dan berbincang akrab dengan orang-orang yang lebih *mengerti* tentangmu.. sedang aku??

Iya,. kau tak peduli denganku.. apakah aku disini sehat, sakit, atau bahkan mati!
Kau seakan tak mengenal lagi siapa aku setelah kau bicara gombal..
Apa kau pikir dengan orang tua ku yang telah kau ambil hatinya, kau bisa seenak nya sendiri melakukan hal ini padaku??
Tidakkah kau berpikir aku ini juga manusia? aku ini perempuan, sama seperti kakakmu, sama seperti ibumu, sama seperti nenekmu! aku bukan boneka yang bisa kau ambil sewaktu-waktu ketika kau ingin dan menaruhku kembali kedalam rak ketika kau bosan..

Mengertilah.. karena diamku juga menginginkan mengerti akan dirimu...meski harus kutahan diperlalukan seperti ini...

Diamku..

Heh heh heh heh *seperti ketawanya jeung kunti diatas po'on

Apa kabar semuaaa???

Begini-begini, akhir akhir ini diriku sedang dilanda yang namanya ... apa yuaah? apa yuaahh..?? bingung sendiri mau menjelaskan, yang jelas diriku sekarang agak sedikit strees!

Entah apa yang ada dibenakku, memang yah! jadi perempuan itu ribet, ribeet banget! bahkan aku sendiri yang perempuan aja bingung dengan diri sendiri (mencoba pahami diri sendiri).

Jadi, aku memang sedang ingin diam! dan hanya diam! pengennya hilang malah, menghilang untuk beberapa saat! (pengen kabur dari dunia ini, mencari dunia yang sepi, tenang, untuk bisa mengembalikan kestabilan emosi)

Memang yah! kalo kepala sedang penuh, disenggol dikit bisa meledak! (dan bukan hanya gas elpiji ukuran 3kg aja loch). Dan aku pikir sih, dari pada diriku meledak terus akibat tekanan yang sangat amat keras ini, akhirnya aku memilih untuk diam dan menghilang untuk beberapa saat (ditujukan kepada orang-orang yang memikiki sangkutan emosional denganku yang sangat dekat)

Diamku juga bukan berarti aku lari.. aku cuma ingin menjernihkan niat, tujuan, dan memantabkan hati dengan apa yang aku telah putuskan! dan bukan nya aku terdiam untuk merenungi atau bahkan menyesali apa telah aku jalani..

Yah.. mungkin hati ini masih terluka oleh kelakuan kelakuan yang kurang berkenan, tapi dengan diam aku bisa mencoba untuk memaklumi..

Bukan berarti dengan diam, aku tak mempercayai siapapun untuk menjadi tempat share! ^^

Aku rasa apa yang aku lakukan sudah benar.. karena aku kini menjadi tenang ^^, hanya saja... biarkan aku begini dulu aku masih belum mau berhubungan dengan siapapun ^^

Yah.. biar saja... kau akan mengerti pasti ...

Kamis, 30 September 2010

sahabat cross benua

wehehehe... iseng-iseng kemaren take a pict with aline from Ruanda, Mook from Thailand, and my younger sista



Hueheuheu.. mereka adalah kawan2 tersayangku ^^ , ga ada yang penting sih dari gambar ini hanya ingin menyampaikan :

1. Indahnya kebersamaan

2. Indahnya perbedaan (bukankah pelangi itu indah karena perbedaan warnanya?)

3. Indahnya Toleransi beragama dan bersahabat

4. Indahnya kekeluargaan

5. Indahnya BERTEMAN!!!!

me vs high heels

yaah.. sama kaya judul film legendaris yang dibintangi oleh bintang kiut itu loh si rapi ahmad,  heheh..

oke, jadi aku adalah cewe yang tetep cewe, aku masih normal dengan masih mengidap heteroseksual akut tandanya aku masih suka dengan lawan jenis, aku masih dijalan yang lurus juga tentunya. >.< (seenak jiwa menulis kata-kata ga penting,red) hahahay!

kemaren aku datang ke DGTU untuk mengunjungi teman-teman mahasiswa baru, karena lama menunggu maka akupun iseng menelpon Mook, teman dari thailand yang kebetulan(ah bukan kebetulan tapi sudah menjadi takdir yang tidak bisa disangkal sangkal hueheue) memang kuliah di DGTU juga, setelah menelpon sekitar setengah jam kemudian  sesosok gadis tahi mook namanya yang saat ini ternyata sudah menjadi lebih girly, datang mengahmpiriku.

Si mook datang dengan high heels nya yang mirip HELL! edun! tinggi banget kira 10 cm (eeeyy girl i event dunno how could u walk with those things huh??)

Setelah cium cium ga jelas dan menyapa dengan bahasa kocar kacir (peraduan bahasa russia inggris dengan logat indonesia dan thailand)  akhirnya terbesit dalam benakku untuk "mook, could i try your shoes huh??"

dan bener aku cobaa ,


Bisa dilihat kan?? high heels yang bisa membuat daku menjerit "WHAT THE HELL YUAHH??? sakeet bener make nyaaaaa!!!"


Tapi katanya bagus (entah itu sindiran atau kejujuran dari penyimak?) Bagus dipandang enak ditendang kayaknya! huehuehuehe..

Ga deh!

tetep, lebih nyaman jadi diri sendiri, ga perlu harus menyakiti diri sendiri dengan cara memaksakan kehendak dengan tubuh kita karena tetep aja yang namanya cantik itu "SAKIT". hahahahahahah


*keterangan gambar : sang terdakwa pemilik sepatu

Sabtu, 18 September 2010

i am so crispy (ilmu adalah cahaya)

Gue lagi pusing nih mikirin kerjaan di kantor. Sebenernya sih, gue ngerasa agak kesel juga, dengan kebijakkan perusahaan membeli perangkat server yang baru. Bukan apa-apa, soalnya gara-gara hal itu gue jadi makin banyak kerjaan.
Dengan server baru yang menggunakan operating system berbeda dari operating system server yang biasa gue pake, mau ngga mau gue mesti belajar lagi, untuk mengoperasikan server tersebut. Udah gitu, waktu yang disediakan untuk mengimplementasikan server baru itu bener-bener mepet banget. Dalam waktu satu minggu, pihak manajemen mau server baru itu udah bisa beroperasi.
Dan entah kenapa, gue ngerasa otak gue ini makin lama kok makin tumpul ya dalam mempelajari hal yang baru? Padahal dulu, gue seneng banget yang namanya belajar ilmu baru. Dari mulai ilmu pelet, sampe ilmu kebal bacok, semuanya gue pelajarin! {Loe ini teknisi IT, atau paranormal??}
Tapi malem itu, pas gue lagi pusing mempelajari operating system dari server yang baru, gue mendapatkan pencerahan dari bos gue, pak Joni. Waktu itu, gue lagi sibuk ngotak-ngatik server di kantor sampe malem. Dan kebetulan, pak Joni juga belum pulang kantor.
“Lagi sibuk apa, kamu Man? Kok keliatannya pusing banget, sampe mukanya jelek begitu?” Tanya pak Joni sambil menghampiri meja gue.
“Kalo jelek sih, udah dari dulu, Pak! Tapi memang saya lagi pusing mempelajari bagaimana cara untuk mengoperasikan server baru ini.”
“Oooh itu…! Memangnya bagian mana yang bikin kamu pusing?”
“Ini loh pak, bagian 3 mendatar, 7 kotak. Monyet apa yang bisa terbang??” {Yaaah, kenapa jadi ngisi TTS?}
“Entah kenapa, makin lama kok saya merasa makin sulit dalam mempelajari ilmu baru ya, Pak?” Keluh gue ke pak Joni waktu itu.
Mendengar hal itu, Pak Joni kemudian tersenyum, sambil ngomong gini “Man, kalau kamu mau lebih mudah dalam mempelajari sebuah ilmu, maka kamu harus memahami terlebih dahulu makna dari ilmu itu sendiri.”
“Maksudnya gimana tuh, Pak?” Tanya gue penasaran dengan apa yang dimaksud dengan makna dari ilmu menurut Pak Joni.
“Gini Man, sekarang apa yang terjadi kalo saya mematikan semua lampu yang ada di ruangan, seperti  ini.” Kata Pak Joni, sambil menekan tombol sakelar lampu yang ada di ruangan tersebut.
Karena hari emang udah malem, ketika lampu di ruangan itu dimatikan oleh pak Joni, otomatis seisi ruangan jadi gelap. Dan gue ngga bisa melihat apa pun.
“Wah, saya jadi ngga bisa melihat apa-apa nih, Pak.” Jawab gue spontan.
“Nah kalo saya nyalakan kembali lampunya, seperti ini?” Tanya pak Joni setelah dia menyalakan kembali lampu di ruangan itu.
“Nah, kalo gini semuanya jadi terang, Pak. Saya bisa melihat Bapak dan semua benda yang ada di sekeliling saya.”
“Kamu tau Man, sebenarnya ilmu itu juga seperti sebuah cahaya. Ketika kita jauh dari ilmu, maka hidup kita akan menjadi gelap. Kita tidak tau apa yang ada di sekeliling kita, dan kita juga jadi tidak bisa membedakan mana yang bagus (sambil nunjuk ke dirinya)  dan mana yang jelek (sambil nunjuk ke arah gue!!).”
“Dan orang yang menjalani hidup tanpa ilmu, sama seperti orang yang berjalan dalam kegelapan, Man. Dia akan berjalan sambil meraba-raba tanpa tau arah dan tujuan yang pasti, bahkan sangat mungkin dia akan tersandung dan terjatuh karena dia tidak bisa melihat rintangan yang ada di hadapannya.” Lanjut Pak Joni.
“Jadi, ketika kita sedang mencari atau mempalajari sebuah ilmu, maka kita harus menyadari terlebih dahulu bahwa ilmu yang sedang kita pelajari itu, akan menjadi cahaya yang dapat menerangi jalan hidup kita. Dan bukannya menjadi sebuah beban yang mesti kita tanggung.”
Bener juga ya apa yang dibilang bos gue ini. Saat ini, gue merasa kesulitan dalam mepelajari system operasi server yang baru, mungkin karena gue menganggapnya sebagai sebuah beban, bukannya sebagai sebuah ilmu yang merupakan cahaya yang bisa menerangi jalan hidup gue.
“Nah, sekarang coba kamu lihat ke arah langit. Apa kamu bisa melihat ada bintang di atas sana?” Pak Joni kemudian menyuruh gue melihat bintang di langit, lewat jendela yang ada di ruangan tersebut.
“Wah, saya ngga ngeliat bintang sama sekali, Pak. Mungkin karena sebagian langit tertutup awan, kali ya? Tapi di bagian langit yang ngga tertutup awan juga, ngga keliatan ada bintangnya, Pak?” Jawab gue yang memang saat itu ngga ngeliat ada bintang di langit.
“Nah, kamu tau ngga kenapa kamu ngga bisa melihat bintang yang merupakan sumber cahaya, di langit?” Tanya pak Joni lagi.
“Ya itu tadi pak, salah satunya karena tertutup awan.”
“Itu betul Man, dan alasan yang lain kenapa kita tidak bisa melihat bintang di langit adalah karena adanya cahaya dari lampu-lampu kota dan gedung yang ada disekitar kita.”
“Sama seperti ketika kita ingin mempelajari ilmu, yang diibaratkan sebagai cahaya. Kita akan sulit dalam mempelajari ilmu tersebut kalau pikiran kita ditutupi atau dipenuhi oleh hal-hal yang lain. ”
“Dan kalau kita mau bisa melihat bintang dengan jelas, maka kita mesti berada di sebuah daerah terbuka dan tidak dipengaruhi oleh cahaya lain. Atau bisa juga dengan cara memfokuskan mata kita pada teropong bintang.”
“Hal itu juga sama saat kita mau mempelajari ilmu, Man. Kita akan lebih mudah dalam mempelajarinya, ketika pikiran kita terbuka dan tidak dipengaruhi pikiran-pikiran lain. Atau kita bisa lebih mudah belajar ilmu, ketika kita benar-benar fokus pada ilmu yang tengah kita pelajari tersebut.”
Dari obrolan gue dengan pak Joni malem itu, banyak hal yang bisa gue petik tentang makna dari ilmu. Ternyata mempelajari atau mencari ilmu itu janganlah dijadikan sebagai sebuah beban. Karena ilmu adalah cahaya yang bisa menerangi hidup kita, sehingga kita bisa tau arah dan tujuan dalam menjalani hidup ini. Serta dengan ilmu, kita juga jadi bisa lebih mudah dalam membedakan mana yang baik, dan mana yang buruk dari apa yang ada di sekeliling kita.
Selain itu, saat kita ingin mempelajari ilmu sama halnya seperti ketika kita ingin melihat bintang sebagai sumber cahaya, di langit. Sebaiknya kita mempelajari ilmu dengan pikiran yang terbuka, dan mengeyampingkan pikiran-pikiran lain yang mungkin bisa menggangu kita dalam mempelajarinya.  Dan kita juga harus berusaha semaksimal mungkin untuk bisa fokus dalam mempelajari ilmu yang ingin kita dapatkan tersebut.


Karena niat mengantarkan kita kepada keajaiban

*lagi-lagi flash back ke summer holiday di Indonesia*

Bulan Juni-Juli-Agustus adalah summer holliday untukku, meski dikatakan summer holliday tapi tidak sepenuhnya benar untuk 2 tahun terakhir, karena selain pulang ke tanah air untuk riset sampingannya aku bisa kumpul dengan orang tua dan keluargaku di Indonesia.

Memang untuk summer holiday kali ini, aku disibukkan dengan banyak dan super banyak kegiatan yang super padat, selain hari sabtu minggu aku ga bisa pulang ke Bangil karena aku harus praktek kerja/ riset di Surabaya.

Sasaran risetku kali ini anak-anak terlantar dan anak-anak jalanan, sangat kebetulan aku diterima riset di sanggar alang-alang Joyo boyo, yang belakangan aku tau ternyata ini sanggar banyak meraih prestasi (contohnya : group KLANTINK di Indonesia mencari bakat, Siti dan Dayat Idola cilik mereka terlahir dari sanggar ini)
Membanggakan, karena aku bisa diberi kesempatan untuk terjun langsung untuk mengamati, menelaah, ikut merasakan apa yang dirasakan oleh anak-anak ini. Mereka anak-anak kuat yang cerdas! ada beberapa ganjalan hati tentang pemerintah yang seakan tuli dan bisu dengan keadaan ini. Tapi sudahlah.. aku tak ingin teru menerus menggunjing pemerintah yang sibuk itu. Lebih baik aku konsentrasi dengan penelitianku.

Hampir 1,5 bulan aku meneliti, ikut mengajar (apapun) dan mengenalkan dunia luas kepada mereka, Mereka sangat antusias dengan apa yang aku ajarkan. Mereka juga sangat terbuka untuk perubahan dan pelajaran baru.

Aku juga pada akhirnya menjadi dekat dengan seorang staff di sanggar tersebut, Mb. Nurul aku memanggilnya, asli lamongan dan telah mengabdi pada sanggar sekitar 5 tahun, mba Nurul berjiwa sosial tinggi dan telaten ikut mengurusi hampir 187 anak didik di sanggar.

Setelah pada akhirnya penelitianku berakhir pada tanggal 13 Agustus aku berkonsultasi pada mb.Nurul untuk berpamitan, tak mungkin juga aku langsung menghilang tanpa pamit kepada adik-adik baruku ini. Mba. Nurul menyarankan untuk mengadakan syukuran kecil-kecilan untuk adik adik ini, selain meminta doa kepada adik-adik agar diberi kelancaran untuk kuliah, aku juga ingin menyampaikan banyak terima kasih kepada mereka yang telah mengajarkan banyak hal tentang SURVIVE dibelantara Indonesia ini.

2 Hari menjelang perpisahan, aku dibingungkan dengan apa yang bisa kubawa untuk mereka. Karena temanya kali ini ramadhan, maka aku harus menyiapkan 20 porsi makanan buka puasa untuk 20 orang adik-adik yang aku undang(karena aku tak mampu mengundang semua nya).

Aku sudah berpikiran untuk pesan nasi kotak, atau yang bertema nasi untuk buka puasa tapi sayang banyak sekali kendalanya, dari yang aku tak bisa membawa karena aku menggunakan motor, sedangkan nasi yang aku pesan harus di ambil dan dibawa sendiri ke tempat tujuan. dan tidak konyol juga aku harus mondar mandir atau membawa 20kotak nasi sekaligus ke sanggar yang jaraknya 1 jam dari tempat aku numpang.

Akhirnya 1 hari sebelumnya, malam harinya aku mencoba untuk mampir ke sanggar dan mengkonsultasikan kepada mba.Nurul, tapi sayang mba Nurul sedang shalat tarawih. Tapi tak jauh dari situ, ada cak Wan. tukang bakso langganan adik adik, tanpa pikir panjang aku memesan buka puasa itu pada cak Wan untuk esok hari, setelah dealing aku pulang kerumah.

Sesampainya dirumah, aku masih gundah karena aku tak mampu memberikan yang terbaik untuk adik-adik. Rasanya rasa terima kasihku masih belum cukup untuk mereka! aku ingin setidaknya memberi sesuatu yang layak bagi mereka yang belum tentu bisa makan nasi sehari sekali.

Setelah konfirmasi ke mba.Nurul dan pimpinan sanggar bahwa aku ingin mentraktir adik-adik untuk makan bakso, aku pun datang kesanggar keesokan hari nya. Aku masih bingung.. takut kurang layak... aku berinisyatif untuk membeli beberapa buah dengan mba.Nurul ke pasar wonokromo.

2jam sebelum buka puasa bersama, acara dimulai. Semua khidmat mengaji dan memberikan kesan dan pesan buat ku selama terlibat dengan sanggar. Aku juga secara official mengucapkan terima kasih kepada mereka.

Dan tak disangka-sangka tepat 30 menit sebelum adzan magrib berkumandang, Allah mengirimkan nasi kotak sebanyak 1buah mobil carry! bergetar rasanya hatiku. Tanpa disangka-sangka! 1 mobil carry yang berisi teman-teman dari baksos itu datang untuk acara "buka on the road" . Dan aku yakin tak ada yang kebetulan di dunia ini, semua telah di atur oleh ALLAH SWT!

Saat ditanya, kenapa tidak konfirmasi dulu untuk buka puasa, mereka mengatakan bahwa memang tidak direncanakan untuk datang ke sanggar. Mereka berniat mencari dimanapun kumpulan anak-anak jalanan untuk berbagi. Subbhanallah.. subbhanallah... hatiku bergetar, mataku berbinar, Ya Allah.. Engkau menyapa kami disini dengan kasih sayangmu!
Bukan hanya nasi kotak lengkap dengan ayam bakar (sama persis dengan pesananku dulu yang aku batalkan karena alasan diatas) tapi es buah segar yang jumlahnya sangat sangat melimpah berkali-kali lipat tersedia! betapa Allah maha kaya! saudaraku!
Akhirnya, karena bakso telah siap! aku mengusulkan agar teman-teman baksos ikut makan bersama kami, sedang nasi kotak yang mereka bawa bisa dibawa pulang, dan Alhamdulillah.. tidak hanya 1 atau 2 kotak saja yang mereka bisa bawa pulang, tapi lebih dari itu.

Mba Nurul memandang kepadaku dan berbisik "mba Dinda, ga biasanya ada baksos yang datang tanpa konfirmasi seperti ini"
Dan aku tersenyum seraya mengatakan "Ini rejekinya adik adik mba.."

Masyallah... Ramadhan penuh berkah! 

accident of Cukuran

Rostov, 13 sept 2010

Tiba2 saja terbesit dari pikiran Sam untuk mencukur rambutnya, karena katanya si Ucok punya alat cukuran baru hadiah ultah dari temen afrika.

Dan tak di sangka dia minta tolong aku untuk mencukurnya, (aku sih iya -iya aja meskipun semumur hidupku ga pernah sekalipun pegang tuh alat cukur)

Modal nekat dan hanya nekad! aku nyukur rambutnya si Sam, setelah alat cukurnya di ambil aku mulai mikir lagi karena itu alat cukur merk nya elenbe*g, doooh! ini merk KW paling akhir! barang-barang nya cepet rusak dan ga jelas! tapi okelah.. ini kan bener-bener GRESS baru! masa iya langsung rusak?? ga mau berprasangka buruk akhirnya aku memulai upacara cukuran buat sam!

Dengan di saksikan bung tete, ucok, dan dita. Akhirnya aku memberanikan diri untuk mencukur rambut Sam. Awalnya sih ga ada masalah, setelah nyetel ukuran centi meternya akhirnya dengan ucapan basmalah aku cukur rambut sam. Dan You can guest guys!
See!! setelah 2 garis tercukur 1 cm, alat cukurnya mogok! purek! ngambek!

Dan.. bener-bener MOGOK! sama sekali ga jalan! meskipun aku udah coba melepas ukuran cm-nya! ternyata bener-bener ga motong! wahh... dugaan sementara ini alat tumpul pisaunya! Sam, yang udah mulail keringet dingin.. serta ucok dan bung tete yang mulai nahan ketawa sampe muka berubah jadi merah kaya kepiting rebus karena kejadian yang tak pernah di sangka-sangka ini!



Akhirnya, ucok ikut turun tangan membantu sedikit demi sedikit untuk mencukur, pake gunting, gunting yang memang 1 paket dengan alat cukurnya ternyata sama2 menjadi tumpul setelah dipakai 4 kali nggunting!! Ahh... payah banget! mulai ilfil dengan merk elenbe*g neh!



Ini hasil cukuran nya! payah.. Kacau abis! dan sangat miriiiiiissss.... meskipun pengen ketawa juga sih (gembira diatas penderitaan orang lain) sorry sam! i dont have mean to make you funny with your new hairstyle! sorry!!!

Tapi Sam, orang yang tabah dan sangat sabar sih yah! akhirnya ucok ga tega juga ngeliat kepala Sam yang udah mirip batok kelapa itu, mengambil keputusan untuk pinjem alat cukur lain dari teman vietnamese! dan GREAT! thats alat cukur so nice! landep dan sangat tajem hingga akhirnya rmbut Sam babras ! entek !!!



Tapi dasar Dd, jiwa isengnya mulai keluar! mumpung Si Sam nya udah pasrah (ape kate guwe) jadi gw isengin aja dulu, dengan misal gw buat rambutnya yang udah ancur itu sedikit berwarna! dari mulai gaya mniliter ga jadi sampe gaya PUNK miring kaga jelas!





(coba liat mukanya??? PASRAH sepasrah-pasrahnya!! hahahha) Tapi setelah itu... tak lupa kita take a pic dulu buat memories dong.. karena ini kesempetan langka! hahaha


 Setelah puas! baru kita rapihin! Thanks so much Sam, in this night you make us lough till stomachache!!heheh... but really...this moment couldn't forget! hahahaha

* kejadian ini telah di setujui oleh pihak yang bersangkutan, tidak ada pemaksaan ataupun tindak kejahatan!
* sayangnya saat di post di facebook berupua gambar saja, dan diberi title (OSPEK UNTUK SAM) bayak memancing respon buruk, seakan-akan kami mengadakan MOS meskipun sebenarnya hal ini murni karena kecelakaan saja.

sekian,

Salam Rostov

Make over

heheheh,

Ya gini ini kalo lagi kumat bin iseng.. samuel yang baik hati dan penrut lah yang menjadi korbannya :D hhohoo, semaleman kira-kira jam 11 malam, aku berhasil make over samuel jadi cewe super manis...



hueheheheh.. ketangkep atau menyerahkan diri?ya pokoknya ini proses awalnya hingga menjadi seorang samuel yang berganti nama jadi Sari .

Hohohoho... manteb lah... Tapi bukan cuma Sam yang kena, tapi bung Tete juga kena lho.. :p

Itu yang ditengah adalah Niko alias Ucok :p

lucu-lucu yah... menyenangkan lho.. hahaha


never forget deh guys.. thanks for being my best friend that i ever have.... love you all


Rostov, 18-9-2010

Jumat, 17 September 2010

Berbagilah karena berbagi itu Indah

*Flash back dikit ke lebaran yah*

1 Syawal 1431 H, Rostov On Don Russia

Suara takbir dari speaker aktiv dari semalam mengalun Indah, membangunkan aku dari tidurku yang pulas, Ya Allah.. telah sampailah kita di hari fitri ini. Meski tanpa Mama, tanpa Bapak, dan tanpa saudara-saudara ku tersayang terkecuali adik kandungku yang Allah kirimkan untuk menemaniku di belantara Russia ini. Aku tetap mencari sela untuk tetap bersyukur dari dalam hatiku yang terkecil, betapa Allah masih sayang kepadaku...

Pelataran masjid di Kota Rostov On Don, pukul 9.15 AMn temperature +11 derajat celcious

AKu berlari-lari kecil menuruni bis, komando dari imam masjid telah terdengar, rupa-rupanya telah memasuko rokaat terkahir.. Aku dan Dita terlambat ikut sholat. Tak juga aku bisa mengejar, karena gerbang masjid telah penuh tersumpal jamaah muslim yang tak kebagian tempat di dalam ruang masjid.
Subbhanallah... Pemandangan ini Rabb... Indah! meski aku kau kirim ketempat dimana rumahmu jarang ku temui, meskipun tak terdengar suara adzanmu memanggil, meski hanya 1 atau 2 muslimah saja yang bisa kutemui secara papasan di jalan 1 bulan sekali, namun hari ini aku melihat dengan kepalaku sendiri.. Betapa Indahnya hari ini.. suci...

Aku meneteskan air mata yang tlah kubendung semenjak para jmaah melakukan sujud, ada rasa iri tak terperi ketika mereka bisa menyembah dan bersujud di hdapan Tuhannya dan aku hanya bisa diam terpatung bersama segerombolan saudara-saudara islamku yang lain yang terlambat pula.
Idhul Fitri tanpa mencium telapak tangan mamah dan bapak untuk memohon maaf atas segala khilaf, Idhul fitri tanpa memnadang wajah-wajah sennja penuh senyum dari kakek dan nenekku, sungguh membuat hatiku tersiksa, tapi tetap.. aku mencari sela untuk terus bersyukur, karena tak semua orang diberi kesempatan seperti ini, melihat secara langsung bahwa Islam itu kaya, islam itu damai.

Dengan langkah berat, aku kembali pulang meniki bis nomer 22 bersama adikku dita untuk kembali ke asrama, bersama kembali untuk menemui kawan-kawan saudaraku setanah air.

Di dalam bis menuju pulang, seekor anjing -yang entah kapan masuknya-  sudah berada didalam nya dan memandang sendu kearah aku dan dita (sepertinya anjing ini tahu jika aku dan dita membawa samsa, roti isi daging yang sempat aku beli di depan masjid).

Awalnya, aku berbisik kepada dita "dit, hati-hati nanti samsamu di ambil sama anjingnya". Tahu tak di bagi , maka anjing itu melengos pergi kedepan, dan entah mengapa 1 menit kemudian ia kembali hadapanku untuk memelas, wajah melasnya membuatku tak mampu berkata-kata. Dan aku langsung tersadar
"astagfirullah... tak mungkin hewan ini bisa kembali untuk ke dua kali jika tak ada yang menggerakkan hati dan langkahnya! "

Benbar saja, dita langsung membgi roto samsa nya setengah untuk si anjing, dan si anjing dengan pandangan gembiranya mengambilnya dengan hati-hati tanpa menyentuh kami berdua(mungkin anjing ini tahu bahwa air liurnya najis bagi kita).

Setelah menghabiskan setengah samsa milik dita, ia sesekali memandang kami (mungkin untuk mengucapkan terima kasih) dan AJAIB.. anjing itu turun di halte berikutnya!
(Y Rassulullah apakah ada pahala untuk kami dalam menolong dan memberi apa-apa pada binatang? jawab Nabi Saw : "dalam tiap jiwa yang hidup itu ada pahalanya") Hadist Al - Bukhori dan Muslim.
(dan sayangilah apa-apa yang ada di Bumi maka semua yang ada di langit akan menyangimu)

Rostov, 17 september 2010

Kisah di kedai bakso *potret Indonesia*

Hari itu bangil seerti biasa nya. Gerah dan sangat panas.. tapi kegemaran ku makan bakso seakan tak peduli cuaca,bukannya cari makanan yang segar meski matahari ada tepat di atas ubun ubun yang telah membuatku dengan amat sempurna berfermentasi dan menimbulkan aroma sangat tajam seperti cuka.. itu karena air keringat yang bercucuran di dalam baju gamis ku.

Hari itu aku tidak sendiri karena aku datang ke sana dengan teman ku, ana kami makan bakso di sebuah kedai kaki lima di depan stasiun bangil, kedai bakso yang sangat sederhana dan telah menjadi langgananku sejak aku masih duduk di kelas 3 SD. 

Sayangnya setelah 3 tahun aku jauh dari tanah air,ternyata kedai bakso itu telah berganti generasi,bukan bapak-bapak yang seperti biasa menjualkan aku dengan wajah kaku nya.

namun jujur beliau adalah orang yang sabar. Kenapa aku bisa tau jika bapak itu sabar? Iya karena masih mau menjualkan semangkuk bakso untuk seorang anak kecil berusia 9 tahun dengan uang recehnya hasil dari mencongkel celengan ayam nya,dan dari uang itu aku hanya mampu membeli 1 butir bakso dengan 1 potong tahu rebus,tetapi oleh beliau di sajikan lengkap dengan mie su'un dan kawan-kawan nya. 
Beliau dan istrinya memang bersahaja meski bakso nya lumayan laris tapi entah mengapa hingga aku lulus SMA masih tetap saja berupa kaki lima,tapi si bapak juga dagangan bakso sedang sepi beliau ini berganti profesi menjadi tukang becak di stasiun bangil pula.

Saat aku kembali ketanah air setelah 3 tahun,aku cukup di kejutkan dengan berita kepulangan beliau kepada sang maha pemilik jiwa Allah azza wajalla..cukup sedih,namun rinduku terhadap suasana di kedai bakso itu cukup terobati,rasa bakso pun masih di pertahankan,kini yang berjualan adalah anak satu-satu nya sedangkan ibu nya bergantian menjaga cucu nya.

Satu pelajaran hari itu yang bisa aku dapat,
2 porsi mangkuk bakso sudah berada di hadapanku,bakso yang sangat aku rindukan,setelah aku menawari seorang ibu-ibu yang juga sudah terlebih dahulu makan di hadapanku itu aku pun langsung mengambil cabe dan kecap untuk membumbui ku,ah.. memang bakso ini “ngangeni!”

Di suapan pertama ku,perhatianku tertuju pada 2 orang lansia yang sepertinya baru turun dari kereta penataran malang.beliau-beliau itu berjalan kearah kedai bakso,tubuhnya kering dan hitam,sang nenek menggunakan kebaya lusuh,dan sang kakek menggunakan kaos yang sudah tipis kainnya entah telah beribu kali mungkin di cuci dan menempel di tubuh ringkih nya. 

Beliau-beliau ini duduk di depanku tepat.sang kakek memesan 2 porsi bakso ukuran setengah harga,sepertinya tidak ada dana untuk membeli 2 piring mangkok bakso seharga 3000 rupiah.
Bakso di mangkukku terasa hambar,sangat hambar.. susah rasa nya menelan di depan beliau-beliau ini.

Tak kuasa menahan pandanganku maka setiap gerak gerik kakek dan nenek menjadi tujuan perhatianku termasuk pada radar telingaku yang menangkap percakapan beliau ini.
“nanti kita jalan ke diwet,kita pinjem uang aja 5000 untuk modal jualan lontong besok” kata si nenek.
“iya.. tapi kapan kita bisa bayar nya? Kita pinjem 3000 saja,beli setengah kilo beras buat jualan kan belum tentu laku” jawab sang kakek.
“pasti laris,aku besok jualan di pasar wes,nanti kalo laku semua langsung kita bayar,lah gimana uang kita Cuma sisa 3000 Cuma cukup untuk beli bakso ini” kata si nenek sedikit berbisik.

2 porsi pesanan kakek nenek datang ,sang nenek wajah nya sumringah.. senang sekali,dan aku menduga ini makanan pertama hari ini untuk beliau berdua. Si nenek langsung meminta tolong padaku untuk mengambilkan saos dan kecap yang terletak agak jauh dari beliau,
“nun sewu nak,tolong ambilkan saos dan kecap po ó ”katanya dengan sangat santun.
Aku mengambilkan nya dan memberikan nya kepada nenek 2 botol yang masing masing saos dan kecap murahan itu.

Masyallah.. gigi sang nenek tidak tersisa di dalam rongga mulut nya,tapi beliau masih optimis untuk bisa mengunyah butiran bola daging rebus itu. Dengan senyum terikhlas beliau masih tersenyum dan mengatakan terimakasih padaku, sang kakek sepertinya benarbenar telah lapar beliau tidak peduli dengan berbagai saos dan kecap pelengkap bakso,beliau memakan nya dengan sangat tenang dan penuh syukur,sang nenek mengeluarkan sebuah benda lonjong yang rapih tertutup daun pisang,si nenek mengeluarkan sebuah lontong yang mungkin sisa jualan beliau.

Tak perduli perut yang luar biasa lapar,beliau berikan lontong tersebut kepada si kakek namun si kakek menggeleng dan memberikan nya kepada nenek. Tetapi si nenek malah tersinggung karena lontong sisa jualannya iu di tolak kakek. Akhirnya dengan senyum si kakek membukan lontong itu dan membaginya dua untuk nenek juga.

Tak terasa airmataku hamper saja menetes mendapati pemandangan yang luar biasa menyentuh di hadapanku itu,bakso di mangkuk telah habis meski kusisakan kuah yang rasanya mendadak menjadi hambar karena lidah ku menjadi kelu itu.

Aku isyaratkan kepada ana agar lekas menyelesaikan makannya,sebelum beranjak ingin sekali aku memberikan modal untuk kakek nenek itu,tapi tiba-tiba aku merasa takut menyingung perasaan beliau-beliau ini. Kuperhatikan sekeliling,kedai bakso penuh. Selain penuh pembeli banyak orang orang yang hanya sekedar menongkrong dan berteduh dari terikanya sinar matahari.

Akhirnya kuurungkan niatku untuk memberikan uang di depan umum demi menjaga perasaan beliau.tetapi aku membisikkan kepada sang penjual bakso agar tidak memberatkan beliau dengan tagihan bakso yang telah di pesan. 

Setelah mengucapkan salam selamat tinggal dengan nenek dan kakek aku dan ana beranjak pergi meninggalkan kedai bakso. Aku menangis karena aku tak mampu mengalahi sifat malu ku tadi..aku bahkan menyalahkan diriku sendiri kenapa kesempatan untuk membantu sesama yang besar seperti itu malah aku lewatkan..

Ya Rabb.. ampuni lah hamba mu yang penuh dengan keterbatasan seperti aku..

Teman-teman aku tidak ingin menggurui engkau dengan tulisan seperti ini,tetapi pesan ku hanya satu.. ketika Allah menyapamu Allah akan memberikan kesempatan kepadamu untuk menjadi orang yang beruntung yang menjadi manusia berguna untuk sesama. Semoga Allah memberikan barrakah nya kepada kita semua.. amin