Kamis, 07 April 2011

aku kecewa!

Sayang.. tahukah kamu.. selama ini apa yang aku fikirkan? dulu jika aku bilang bahwa aku tidak mencintaimu itu benar adanya.. namun kini, tahukah kamu? seberapa besar cinta ku padamu, terkadang hati ini sakit ketika merasa kecewa dengan kelakuanmu yang cuek itu..

Kadang emosi ini tak bisa terkontrol karena aku merasa telah terbodohi olehmu. Namun semua itu ingin aku buang jauh.. sejauh mungkin agar aku bisa percaya denganmu sepenuhnya...

Apakah ini yang disebut cinta?? atau hanya perasaan sesaat? kalo saja aku mengetahui apa yang akan terjadi kelak, mungkin keadaannya sekarang akan berbeda... aku memilihmu.. entah mengapa! dari berbagai kandidat..tetap aku memilihmu... apa ini jodoh?? hanya Allah yang tahu..

Sampai detik ini, hatiku saih saja galau.. aku masih belum percaya sepenuhnya dengan apa yang telah aku ucap dan lakukan 3 minggu lalu!! iya..!! 3 minggu lalu ketika aku memutuskan untuk mempercepat pernikahan kita! Jujur! saat itu.. aku memang yakin, jika pelabuhan hatiku.. hanya kamu seorang.. namun! entah apa yang ada difikiranku saat ini! Entahlah apakah kamu ingin tahu atau bahkan tetap cuek dengan sikap mu itu!

Sebenarnya aku ini calon istrimu atau calon istrimu? aneh kamu! tapi apa karena aku sendiri yang kurang bisa menerima apa adanya kamu?? tapi.. tapi... aku tak tahu! hati ini gundah! hati ini perih... aku cuma berfikir ini cuma perih yang aku rasa sendirian..

Setiap hari.. aku berharap bahwa kamu akan menyapaku dengan sapaan sayangmu.. setiap hari hatiku berdebar menunggu kamu hanya untuk sekedar Online dan menyapa selamat siang selamat pagi selamat malam.. atau menanyakan kabarku.. tapi lagi-lagi aku kecewa.. kecewa karena sikapmu begitu dingin kepadaku.. begitu tak peduli..

Jika dulu aku fikir, ketika aku sampai mengadu kepada keluargamu tentang sakit hatiku tentang sikap cuekmu itu akan mengubah sikapmu..tapi yang kudapat salah! kau tetap... DINGIN!!!

Sakit hatiku menelan kecewa dengan sikapmu.. aku hanya berharap.. ini hanya sementara ketika jarak kita memisahkan kita.. aku berharap akan yang terbaik... nanti ketika kita sudah bersama! Tapi akankah itu terwujud???

Atau hanya isapan jempol semata??

Sampai saat ini.. ketika kegundahanku melanda.. hanya satu tempatku mengadu kepada Tuhan! atas apa yang aku rasakan,.. aku berusaha ikhlas dengan apa yang telah aku pilih... aku berusaha rela berkorban demi apa yang telah aku ikrarkan kepada keluargaku dan keluargamu!

Kamu tau? aku kecewa!



Sabtu, 06 November 2010

Bersih itu Indah bukan??

Oke, ini bener-bener kelewatan.. ini bukan untuk pertama kali terjadi, rasanya darah udah di ubun-ubun MUNTAB!!
Hari ini aku lihat ada hal yang mengganjal di pojokkan kamar mandi di asramaku, benda putih tipis itu terbengkalai tidak pada tempatnya, keleleran di lantai karena dibuang secara sengaja oleh pemiliknya yang aku yakin "TIDAK PUNYA RASA KEBERSIHAN dan KESADARAN HIDUP BERSIH".

Oh Tuhan, akhirnya dengan sangat terpaksa aku menahan esmosi sambil melanjutkan mandi, lah wong saat itu aku sudah dalam keadaan bersiap mandi (ga mungkin juga aku pake baju lagi hanya untuk ngamuk-ngamuk ga jelas kan??sebetulnya alasannya sih jelas whatever)
Alhasil aku terusin upacara mandi dengan hati dan pikiran yang udah ga karu-karuan, sampe kehilangan konsentrasi sangkin sebelnya. Aku juga sudah menyiapkan untuk pidato singkat(A.K.A ngomel) di depan 4 kamar di section/koridor kamarku(koridor kamarku terdiri dari 2 kamar yang berukuran besar dan 2 kamar ddengan ukuran besar, kamar yang kecil berisi 2 orang dan yang besar 3 orang, aku di kamar yang besar dan aku termasuk paling senior di koridor ini karena aku paling lama tinggal disini 4 tahun)

Selama ini, kalo ada kejadian yang kurang mengena aku biasanya cuma kasih tulisan-tulisan peringatan yang aku tempel di dinding koroidor dengan tulisan GEDE dan berwarna, dengan harapan pelakunya tersadar dan tidak mengulang lagi. Pernah kejadian ada yang buang "pembal*t bekas pake tempat sampah mini untuk buang sisa makanan di atas wastafel". Mengertikan?? ini benar-benar DISGUSTING!!! hoeks.. iya kalo yang namanya wastafel itu bukan pusat bersih-bersih dari bersihin piring, muka, gigi sampe kaki! alhasil tiap kali sikat gigi kalo inget dan liat pasti muntah-muntah!. Herannya itu ga tersadar aja sama si pelaku.
Akhirnya setelah tulisan peringatan yang super gede itu terpampang, akhirnya si pelaku bertaubat dan insyaf. Alhamdulillah tidak ada lagi.
Sempat juga ada "brown things" tertinggal terukir-ukir di leher Wc. bisa banyangkan? punya sendirii aja rasanya jijik apa lagi punya orang??? iya kalo wangi, baunya busuk amit-amit! Hoeks!!! Oke sekali dua kali aku bisa maklum dengan membersihkannya, tapi kalo setiap hari?? "Loe pikir gw petugas kebersihan girls??"

Ya ampun... balik lagi deh, ke kasus terakhir yang di kamar mandi. Setelah upacara mandiku sempat kacau karena aku udah ngeringin pake anduk ketika aku sadar kalo aku belum pake sabun setelah keramas. HAHAHAHA.. akhirnya buka kran lagi dan pake sabun sebelum pake baju. hihihihih

Setelah upacara mandi bener-bener kelar dengan sempurna, Insyaallah. Aku keluar dari kamar mandi dengan darah yang masih di ujung ubun. Aku gedor semua kamar supaya semua keluar dari goa masing-masing. Di kamar 500(kamarku) ada wink(china), dita(indo), aku, di kamar 501 ada li cin yua(china), dan cin cin (china), kamar 502 ada wenzia (china), dan heng(vietnam), kamar 503 Lan(china) . Dan kesemuanya adalah PEREMPUAN SAUDARA-SAUDARA!
Setelah semua ngumpul, aku mulai pidato singkat dengan menunjuk-nunjuk barang bukti. Aku tarik satu satu masuk kekamar mandi biar liat dengan mata kepala sendiri apa yang terjadi. Sebagian mereka cuma ngangguk-ngangguk. Entah mereka mengerti entah engga...
Semoga mereka bisa ngerti, bahwa semua adalah perempuan. Perempuan yang selalu menjadi simbol dari sebuah keINDAHAN dan KECANTIKAN. Bagaimana mungkin mahluk yang dijadikan simbol ke-indahan diseluruh dunia ini memiliki kelakukan yang bertentangan dengan itu. Tak peduli latar belakang keluarga, pendidikan, negara suku, dan agama. Keindahan itu milik setiap mahluk bernama manusia dari sikap dan pikiran. 

Nb : masih snat snut karena belum bisa ngilangin rasa jijik.

Salam,

Ddhidayanti

Kamis, 28 Oktober 2010

Curcol Bo!!!

Perasaan "fatigue" kali ini membuatku tidak sadar untuk curhat di ruang kelasku, mungkin ini dampak dari kenegatifan suasana hati dan pikiran yang memang akhir-akhir ini sedang tidak sehat.

Iya, hari ini di ruang mata kuliah "kooperatif kultur" membuat mulutku nyerocos tanpa henti "curcol" maksudnya. Gara-gara dosen ku yang baik hati dan cantik itu mengadakan sesi "curhat singkat", sebetulnya tidak ada di agenda mengajarnya tapi entah mengapa atau karena sifat ramahnya, dosen yang bisa dibilang calon professor muda itu melihat mahasiswanya yang cuma 4 orang itu (maklum sub jurusanku memang miskin mahasiswa) kinerja belajarnya menurun (bahasa gaulnya : MALES, hahaha)

Rustam Ruslanovic, menjadi pasien curhat pertama mahasiswa satu-satu nya yang lumayan sering masuk itu hari ini "curhat" tentang hidupnya yang selalu kekurangan waktu. Intinya Rustam Ruslanovic itu kelabakan karena tak bisa membagi waktu antara belajar dan bekerja. Dosenku menasehati agar dia bisa memanage ulang waktunya, karena manusia diberi waktu yang sama hanya bagimana kita me-manage sesuai kebutuhan kita sendiri.
(jadi inget, ada sebuah nasehat tentang waktu yang pernah aku baca bahwa manusia diberi Tuhan waktu 24 jam yang bisa dibagi menjadi 3 bagian, 8 jam untuk tidur/istirahat, 8 jam Untuk bekerja atau belajar, dan 8 jam untuk melakukan kagiatan lainnya.)

Sedangkan Alissa Mardvwinkina mengutarakan curhatnya bahwa dia sedang tidak punya pikiran apa-apa tentang hidupnya, tak ada rencana apapun didalam hidupnya (bahasa Gaoelnya : Let it flow, mantabs benar daaahhh) Dosen cantik itu hanya tersenyum ramah.

Kemudian disusul oleh (ko jadi kaya reporter pertandingan bola gini yah?? haha) Karina Yakovleva yang curhat bahwa ia baru keluar dari Rs.(entah abis sakit apa) dia tidak membicarakannya. Sepertinya memang parah sih karena sampe satu minggu ga masuk(tapi rs. disini mah parah, masa ada orang sakit dengan infus yang menancap suruh naek kelantai 3 sendirian untuk ambil makanannya sendiri-curcol waktu kawan indo sakit-. Sementara si suster jaga hanya teriak-teriak sepanjang koridor memberitahukan bahwa makanan siap dilantai 1. Bisa bayangkan jika pasien di lante 3 atau lebih? naek turun sendiri, tanpa tangga(maklum di Russia gedung yang hanya ada 5 lante tidak difasilitasi lift.) ga ada deh ajang manja-manjaan..) Eh.. ko malah bahas ini?

Balik lagi, kemasalah "curhat". Nah karena saking fatigue nya aku kali ini mulutku ntyerocos tanpa filter.. begitu aja ngocor sampe dosennya cume gedeg-gedeg. Mungkin dipikirnya kasian amat yah mahasiswa asing yang satu ini, udah beda sendiri, kelakuan dan cara pikirnya pun beda! (beda itu menyenangkan loh!!!--> curcol didalam curcol bo!) bukan -bukan itu. Tapi emang bener entah ada apa denganku hari ini kenapa aku bisa tiba-tiba curhat tentang konflik pribadi ini(orang psikologi pasti ngerti), problematika yang bisa sampe bikin orang kehilangan motivasi hidup(bahaya banget! ini udah hampir masuk ketahap gila).

Aku bilang sama dosenku tentang perasaanku akhir-akhir ini "bahwa aku sedang fatique, sampai tak mengerti harus melakukan apa.. bahkan untuk pergi refreshing saja udah ga mau. Intinya kesana mentog! kesini mentog! bahasa jawa kerennya : ga ngalor, ga ngidul, ga ngulon, ga wetan pokoke stuck!"
lanjutku....
"Dulu.. aku merasa dengan belajar psikologi aku bisa lebih tau diriku sendiri, aku bisa menolong diriku sendiri dari "kejanggalan-kejanggalan" dan "keanehan-keanehan" yang melekat kuat hingga keakar di diriku sendiri" tapi sepertinya usahaku sia-sia. Ilmu yang aku serap tidak bisa mengobati diriku sendiri. "

Keluhku kali ini ternyata cukup membuat dosenku hari ini tersenyum (entah apa arti dibalik senyuman penuh makna itu), kemudian dia memberi 1 kalimat nasihat yang ternyata bisa menembus perasaanku dan membuka paksa tempurung kepalaku yang sejak kembali dari Tanah air tertutup awan hitam (ce ileh!) kalimat nasehat  yang sederhana yang ternyata bisa menghapus sedikit rasa fatigue dan ternyata bisa sedikit menumbuhkan motivasi untuk hidup sehat lagi. Kata-katanya adalah

"Dd...Даже врач не может сделать операцию сам себя если он болеет тогда ему нужен  врач ( cara baca : daze brach ne mozet delat operasiyu sam sebya! esli on boleet tagda emu nuzen brach )" artinyo ---> (Dd, Dokterpun tidak bisa melakukan operasi terhadap dirinya sendiri jika dia sakit, jadi jika dokter sakit maka ia juga harus pergi ke dokter) bahasa jawanya : Dd, masio awak dewe dokter, ra iso ngoprasi awak e dewe, lek dokter loro mesti mbutuh dokter liyane pisan. 

(kira-kira begitu artinya, maklum bahasa jawa ngepas! hahah)
Intinya, ilmu yang dipelajari seharusnya mampu untuk membantu orang lain, tetapi juga harus bisa diterapkan kepada diri sendiri. Salah satu dosenku yang lain juga pernah bilang
"Psikologi atau ilmu jiwa yang kita pelajari membantu kita untuk memahami diri sendiri dan memhami pasien kita terhadap masalahnya, dan tugas psikolog adalah membantu menemukan jalan keluar dari berbagai masalah yang sedang mereka hadapi. Dengan banyak cara, memberikan motivasi misalnya atau dengan cara membantu menggunakan terapi bla-bla-bla"

Dilain waktu salah seorang seniorku dari Macedonia, Alexandra Dzukleska juga pernah berkata
"Untuk menjadi psikolog kamu harus bisa mengerti diri sendiri sebelum kamu bisa menolong orang lain, bagaimana bisa kamu menolong orang lain jika kamu tidak mampu menolong diri sendiri".
Jujur, apa yang dikatakan Aleks benar juga menurutku, tapi kata dosen mudaku juga ga salah. Beda kepala beda nasehat, tapi semuanya menjadi sebuah pemikiran tentang problematika yang sedang dihadapi untuk seorang calon psikolog.
Mungkin ada benarnya nasehat 2 tahun lalu oleh seorang dosen ku waktu tingkat 2, seorang kepala jurusan psikologi kepribadian, yang meraih gelar Prof. Svetlana Tigranovna bahwa
"Ketika kalian lulus dari fakultas ini, ada baiknya kalian menyegerakan menikah sebelum kalian menjadi perawan Tua! Untuk seorang psikolog sejati, ketika ia memilih untuk mengabdikan diri menjadi psikolog dan membantu orang lain untuk memcahkan masalahnya. Maka secara tidak langsung kita akan mengorbankan diri kita sendiri untuk tidak menikah"
Boleh setuju boleh tidak, tergantung dari persepsi masing-masing indovidu. Tapi masih ada lanjutnya
"Karena ketika seorang Psikolog sudah memulai kehidupannya menjadi seorang psikolog maka jiwa dan pikirannya harus siap menerima dan merasakan dan menyelami apa yang dirasakan masing-masing pasien yang datang dengan berbagai masalah mereka yang berlainan. Jika kita tak mampu merasakan apa yang dirasakan sang pasien, maka psikolog tersebut tidak akan bisa membantunya secara maksimal. Kenapa saya menyuruh kalian untuk menikah? karena ketika menikah kondisi jiwa seseorang akan lebih tenang dan stabil. bla-bla-bla-bla"

Intinya sih begitu, tapi aku kembalikan bahwa semua tergantung dari diri sendiri, kalau merasa memang "kuat/strong/brave/perkasa" maka pilihan ada ditangan sendiri.
NB : terakhir dikhususkan illa ruhi calon psikolog yang sudah punya calon pendamping loh!

Entahlah..

-Ddhidayanti-

Sabtu, 23 Oktober 2010

Berpelukan....??? (hayuuuukk)

Rostov, 23102010
Rasanya lama sekalil diri ini tidak memanjakan diri pergi untuk refreshing bersama teman-teman. Apalagi cuaca mendukung hari ini yang memang terbilang cerah (Plus 11 derajat celcius tanpa angin).

Seharian(eh ga seharian ding) dimulai dari jam 16.30 aku, dita, dan pipit(mahasiswa s2) berangkat dari asrama kami yang terletak disebalah barat kota Rostov untuk pergi ke taman Pushkin ditengah kota untuk sekedar foto-foto ria dan jalan-jalan bersama. Kami tidak hanya bertiga tetapi kami sudah janjian bareng-bareng dengan teman-teman mahasiswa lain di sana.



Seru poto-poto dengan berbagai pose dan mimik muka, kamipun jalan ke taman Gorki yaitu salah satu taman jantung kota (FYI : taman ini tidak dimiliki hanya di kota Rostov tapi dihampir disetiap kota di Russia memiliki taman yang bernama sama, hal ini untuk menunjukkan rasa bangga Russia kepada salah satu penulis besarnya yaitu ya Aleksei Maksimovich Gorki selain itu Russia punya Aleksander Puskin de el el , mereka dijuluki pahlawan nasional karena karya-karya besar tulisan mereka) untuk jalan-jalan, last autumn untukku kali ini sangat cukup menyejukkan, ga terasa aku telah melewati 4 kali musim gugur disini dan taun ini adalah yang ke-lima, entah kapan lagi akan bisa menikmati keindahan fenomena alam yang tidak bisa terjadi di tanah air ini. (Spasiba Gusti Allah.. sudah mengirimku kesini)


Kami mahasiswa Indonesia meski tidak lengkap(kurang 3 orang lagi) tetap merasakan kegembiraan bersama, iya karena kita memang keluarga disini. Russia dan Rostov menyatukan kami kedalam keluarga!
Tidak ada yang tampak sedih hari ini, meski kami jauh dari orang tua, meski kami berjuang sendiri. Kami tetap bahagia! iya.. karena Tuhan percaya pada kami untuk bisa mengemban amanah untuk belajar di Negara Es ini. :D

Dalam perjalanan pulang, (setelah puas menghabiskan batre dari digicam, setelah puas nyengir di poto dengan berbagai gaya, setelah mati gaya didepan camera) kami berpapasan dengan segerombolang pemuda-pemudi RUSSIA yang membawa tulisan -ДАВАЙ ОБНИМЕМСЯ- (baca : dawvai obnimemsya) atau -MARI BERPELUKAN-
Iya pemuda-pemudi ini memberikan pelukan gratis untuk siapa saja yang ingin kebahagiaan. Awalnya teman-teman heran, ada yang masih tidak mengerti artinya(mahasiswa baru) ada yang cuma mikir (unbelievable) ada yang cuma bengong (karena ga pernah dipeluk ama orang asing).


Aku juga termasuk yang kaget, karena baru kali ini bertemu dengan hal ini(setelah ngaskus dan baca dari salah satu artikel tentang kejadian seperti ini di Aussie). Dengan tersenyum dan tanpa ragu aku memeluk salah satu dari mereka (tentu saja cewe) dan alhasil.. aku merasa Senang! aku merasa bahagia..suasana dingin kota Rostov malam ini yang cuma 4 derajat dicairkan dengan pelukan ini ada sedikit beban yang terlepas entah kemana..-smriwiiingggg-



Teman-teman lain malah ada yang tidak melepas pelukannya atau bergantian memeluk satu-satu cewe Russia itu secara gratis(mahasiswa cowo loh yah-hahahah-), tapi hati-hati dengan lawan pelukan kita karena jika salah peluk bisa berarti lain seperti si Sami(mahasiswa kita) yang salah peluk, ia memeluk salah satu pemuda (bukan pemudi) dan kalian tau?? kesan dari relawan tersebut kepada sami adalah dengan pertanyaan " apakah kamu Homo???" hahahahah.
Meski tidak saling mengenal. tapi arti dari sebuah pelukan itu sangat mengesankan dan mendamaikan...-tentu jika ikhlas-

Iyah.. mereka mengatakan "dengan berpelukan, kami memberikan kebahagiaan".

Terkadang manusia yang mengalami kecemasan, kekawatiran, dan stress bisa diobati hanya dengan sebuah pelukan hangat. Disaat pelukan dilakukan, ada perasaan damai, tentram dan seolah melepas segala ketegangan di tubuh kita.
Lalu bagaimana jika pelukan itu dilakukan dengan orang-orang terkasih kita?? kekasih, suami, istri, orang tua?? tentu efeknya akan dasyat sekali!

Maka, sudahkah kita memberikan kebahagiaan kepada orang lain detik ini???

"Mari berpelukan!"

-ddhidayanti-

Kamis, 21 Oktober 2010

Hidup dengan damai itu indah Bung!

Hems.. 

Kira-kira hampir 4 tahun lebih aku tinggal di Russia, menjadi salah seorang yang mengalami bagaimana hidup di negara orang yang tadinya merasa asing dan tetap merasa asing sampai detik ini (hehehe), apapun yang berhubungan dengan sosial, kemasyarakatan, perilaku, dan tradisi sudah melekat erat denganku tanpa kusadari, sama hal nya dengan episode-episode kehidupan lainnya yang penuh dengan cinta, tengkar, perang, persahabatan, dan lain sebagainya.

Pembahasan kali ini tentang pertengkaran/adu argumentasi/ ссориться(baca : soritsya)yang  cukup unik bagiku dan jarang aku temui di tanah air. Karena meskipun terkesan dingin(selain negara yang memang memiliki iklim dingin) orang-orang diisni jarang sekali terlihat bertengkar yang langsung berakhir jontok-jontokkan (atau apalah namanya) yang pasti hanya akan adu mulut semakin tinggi dan semakin tinggi nada bicara. Hal itu akan terus seru sampai pada akhirnya salah satu pihak kalah bicara dan diam beribu bahasa(jarang banget aku melihat ada yang nggerundel dalam hati atau memaki dengan kata-kata kasar dan bengis).

Aku sering mengalami/ melihat sendiri kejadian seperti itu, misalnya ketika itu aku dan Dita(adikku) pulang dari mengunjungi maba(mahasiswa baru) di lain hostel. Memang yang namanya kota besar kalo sudah jam pulang kantor pasti semua transportasi umum akan penuh dan macet. Hal yang sangat membuat BETE ga ketulungan.

Saat itu sudah tentu aku dan dita tidak dapat bangku kosong di dalam bis nomer 67 jurusan barat kota Rostov On Don Russia. Bayangkan untuk berdiri saja aku harus sikut-sikutan didalam bis, you know lah yah.. di dalam bis kota itu ga ada enak-enaknya apalagi kalo udah penuh, sesak oleh penumpang yang berdiri dengan semerbak aroma yang berlainan, yang ada hampir semua orang/penumpang akan merasa tidak bebas/tenang.

Aku yang beridiri di dekat pintu dan tepat dibelakang 6 bangku utama yang memang sebetulnya dikhususkan untuk orang-tua/anak-anak dan ibu hamil. Dari 4 bangku yang saling berhadapan itu ada seorang pemuda bermata sipit(bukan china tapi biasanya orang-orang selatan Russia yang memiliki wajah mirip etnis mongolia) sedang tertidur pulas, entah karena dingin, lelah atau memang kurang tidur. Sedangkan disebelahnya seorang ibu-ibu paruh baya duduk diam dan tenang, dihadapan mereka berdua duduk 2 orang lansia.

Posisiku berdiri dibelakang pemuda tersebut sambil menopangkan tas tanganku yang berat di atas sandaran bangku sang pemuda,. Dihalte berikutnya, beberapa penumpang masuk lagi membuat isi bus semakin mirip sarden dalam kaleng, aku tak ingin bergeser dari tempatku berdiri karena aku sudah merasa nyaman berdiri disini. Tapi ada yang aneh dengan situasi didalam bis yang mulai memanas ketika seorang ibu-ibu yang  berbadan lebar masuk kedalam bis dan mengusir pemuda yang tertidur didepanku itu.

Sang ibu tanpa risih malah ngomel-ngomel karena merasa sang pemuda terlalu enak-enakan dapat tempat duduk. Sang pemuda mengalah ia kembali melanjutkan tidur dengan berdiri didepan sang ibu yang merebut tempat duduknya. Sang ibu dengan tatapan tak bersahabat mulai menkritik semua penumpang yang ada. (aku rasa ibu ini memang memiliki kelainan sosial deh) dan yang terparah adalah dia mulai melirik kearahku dan menegurku agar aku tak menaruh tas tangaku di atas sandaran bangku yang ia rebut dari pemuda itu, aneh memang karena tas tanganku sama sekali tak mengenai tubuhnya meski hanya sedikit. 

Entah darimana dia merasa tidak nyaman dengan adanya pemuda itu dan kehadiranku yang berdiri dibelakangnya, sambil melanjutkan melotot-melotot(jadi mirip sinetron di tanah air). Tak lama akhirnya ibu-ibu disebelahnya mulai menegur sang ibu yang tak tahu diri itu, intinya si ibu yang baik hati itu membela sang pemuda yang mengalah dan tidur dengan beridri dan membelaku yang memang tak bersalah. Ibu itu memberi pengertian bahwa bus memang dalam keadaan penuh dan sesak, bahkan untuk berdiri susah. Tapi apa yang disambut dengan ibu-ibu tak tau diri itu? ia marah, ia murka.. tanpa rasa bersalah ia malah terus menerus mnghardik dan membela diri. Aku yang menyaksikan hanya bisa geleng-geleng kepala. Entahlah.. sudah berapa kali aku bertemu dengan kejadian seperti ini.

Yang ingin aku sampaikan adalah ketika adu argument semakin lama semakin sengit tak ada satupun yang memulai untuk menggunakan fisik, meski kata-kata hardikan cukup keras dan menyakitkan. Sampai akhirnya si ibu yang baik hati terdiam karena mulai mengerti bahwa ibu-ibu tak tau diri ini memang sangat keterlaluan.

Begitulah...

Aku coba bayangkan jika kejadian itu ditanah air, betapa orang-orang sangat mudah untuk melakukan hal yang berakhir pada fisik. Adu argumentasi, dialami disemua lapisan masyarakat, fenomena yang tidak bisa dihindari, tidak pria maupun wanita. Semua bisa mengalami.

Memang disini jika bukan orang mabuk jarang sekali ada adu argumen yang berakhir pada bentrokan fisik. 

Yah.. mungkin ini salah satu episode yang sedikit  banyak bisa merubah cara pandang dan kharakterku :D

mungkinkah di Tanah air bisa seperti ini?? ketika harus beragurment tanpa jontos-jontosan??

ask your self please!

*ini hanya salah satu buah pikiran, tak bermaksud menyinggung siapapun :)



Salam damai, 

Dd hidayanti

Sabtu, 02 Oktober 2010

SELAMAT HARI BATIK

HAIIII... INDONESIA! KU BANGGA MENJADI BAGIAN DARI BANGSA INDONESIA!

Tanggal 2 oktober adalah peringatan HARI BATIK NASIONAL, wah..

sengaja loch.. aku sampe pake pake batik modif yang aku banggakan kemudian di jepreett.. ini dia


Hyaaaaaaaaaaaa.. POSTingan ga penting blasss iki! mana ada kakiku yang jari jemarinya mirip ama lengkuas yang beruas-ruas pula.. huahuah.. dan difoto itu aku terlihat super amat gemuk! padahal diriku ini langsing loch.. --> dalil pembenaran diri


Hehehhe... yaweslah.. yang penting majulah Indonesia! kami bangga menjadi bagian darimu meski pemerintahan kami agak kacau! whatever Indonesia tanah airku tanah tumpah darahku, disanalah aku berdiri jadi pandu ibuku...Indonesia kebangsaanku... dst dst


Salam, 

Dd


Mari maskeran... Hayuuuuukk

Memang sepertinya sudah menjadi tradisi untuk selalu masang masker tiap malam minggu untuk aku dan teman-teman indonesia di asramaku ^^ hehehe..

Seperti biasa ucok, sambel, dan bung Tete datang kekamar dengan tanpa di komando lengkap dengan muka bersih setelah mandi atau cuci muka sendiri.

Dan... siap-siap untuk masang masker...

masker yang dipasang setiap seminggu sekali ini tak mahal bahkan tak ribet!! karena memang kita lakonin semata-mata buat efek :
1. Membuang Bosan
2. Menguatkan Tali slaturahmi
3. Menjadikan Ganteng/ cantik
4. Licin muka dan bahagia --> oke ini ga ada hubungannya -_-'

Heheh... ---> kebiasaan ketawa ga jelas! huh

Nah, langsung aja kita lihat hasilnya yuaaa

masker pertama adalah  masker "BAKING SODA" 


Yuhuu.. memang dah yah masker ini selain bisa buat bikin ROTI bisa juga buat ngebedakin muka saat browsing di Eyang Google, ternyata Baking soda ini banyak manfaatnya, antaranya buat ngikis kulit mati dan buat muka jadi seger.. wah! jadi ga perlu gosok2 pake peeling yang mahal itu.. ^^ dan hasilnyaa






Muke kite bertige (Bung Tete, Ane, dan Sambel ) jadi putih kaya pake masker bengkoang! tapi setelah kurang lebih 30 menit di bersihkan pake air dingin, efeknya muka jadi halus.. seger, dan enteng (buset dah enteng katanya!! hahaha)


Baru tahap kedua adalah pake masker putih telor dengan racikan sbb:
 1.Putih telor secukupnya
  2. Madu secukupnya 
 3. Jeruk nipis secukupnya!


campur jadi satu dan tempel dimuka! Efeknya agak membuat kulit mengencang ga bisa bicara, jadi terpaksa berbicara dengan mulut tertutup, mata tanpa ekspresi, dan wajah diam ---> ngebayangin bener-benar kocak dah! 


Masker ke dua itu di tempel selama 1 jam kurang lebih, kemudian dibersihkan dengan air dingin lagi, dan hasilnya muka bener-bener enak, nyaman, sedap, dan terlihat bahagia ---> apaaaa cobaaa maksdnyaaa??

Gitu dah..

Dan malam ini adalah kali ke 4 tradisi kita di asrama RGU :)

salam,

Dd